Categories: Woman Files

Kerusakan Gigi Bisa Sebarkan Penyakit Serius, dari Jantung hingga Stroke

METROTODAY SURABAYA – Kerusakan gigi yang tampak sepele ternyata dapat menyebar dan memicu penyakit lain yang lebih serius. Bakteri dari gusi yang terinfeksi bisa masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, infeksi pernafasan, hingga komplikasi kehamilan.

Hal itu diungkapkan oleh pakar kesehatan gigi dan mulut, Prof. Dr. Muhammad Luthfi, drg., M.Kes, jika kerusakan sudah sampai ke tulang dan jaringan pendukung gusi, seringkali bersifat irreversible, dimana gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal.

“Yang perlu kita waspadai, bakteri dari gusi yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit sistemik seperti jantung, stroke, diabetes, hingga infeksi pernafasan dan komplikasi kehamilan,” tuturnya, Senin (5/1).

Prof. Luthfi yang juga menjabat sebagai Dekan FKG Unair menjelaskan, penyakit gusi merupakan permasalahan gigi kedua terbesar di Indonesia setelah gigi berlubang, namun masih sering terabaikan. Penyakit ini bahkan disebut sebagai silent killer karena gejalanya muncul secara samar dan tidak menimbulkan rasa sakit terutama di tahap awal.

“Padahal jika dibiarkan, penyakit gusi tidak hanya akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, namun bisa menjadi bahaya tersembunyi yang mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh,” tegasnya.

Menurutnya, penyakit gusi memiliki dua tahapan utama yakni gingivitis yang ditandai dengan gejala gusi bengkak, merah, atau mudah berdarah. Pada tahap ini, masalah gusi masih dapat diatasi dan bahkan bisa menjadi kembali sehat dengan perawatan yang tepat.

Data terbaru dari Program Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang telah menjangkau hampir 40 juta penduduk memperlihatkan bahwa keluhan gigi dan gusi berada di urutan tertinggi di seluruh kelompok usia, meskipun kondisi tersebut seringkali terabaikan.

“Untuk itu, Pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan asosiasi profesi dan pelaku usaha untuk melakukan berbagai upaya promotif dan preventif,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

5 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

16 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

16 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

16 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

17 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

18 hours ago

This website uses cookies.