Ilustrasi (Official-Cikal)
METROTODAY, JAKARTA – Dalam dunia parenting, tidak sedikit orang tua yang bingung bagaimana menyeimbangkan ketegasan dan kelembutan saat mendampingi anak. Terlalu keras, anak bisa merasa tertekan.
Terlalu lembek, anak bisa tumbuh tanpa batasan yang sehat. Pola asuh yang dikenal sebagai Authoritative Parenting menawarkan jalan tengah: orang tua bersikap tegas namun tetap penuh kasih sayang.
Berikut tiga strategi kunci dalam menerapkan pendekatan ini berdasar Rendra Yoanda, Psikolog Klinis Anak dan Remaja sekaligus Vice Principal SD Sekolah Cikal Amri Setu.
Melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan adalah fondasi penting dalam pola asuh yang sehat. Ketika anak ikut serta dalam menyusun aturan dan konsekuensinya, mereka merasa memiliki tanggung jawab atas kesepakatan yang dibuat.
“Konsekuensi yang disepakati bersama berlaku untuk semua pihak, termasuk orang tua. Ini mengajarkan bahwa aturan bukanlah paksaan sepihak, tapi hasil dari kolaborasi,” jelas Rendra.
Dia menambahkan bahwa ketika orang tua juga konsisten menjalani konsekuensi, anak belajar tentang keadilan dan keteladanan. Hal ini menciptakan hubungan yang saling menghargai antara orang tua dan anak.
Dalam kehidupan anak, emosi negatif seperti kecewa atau frustrasi tidak bisa dihindari. Namun dengan diskusi terbuka, anak bisa belajar menerima dan mengelola emosi tersebut dengan sehat.
“Dengan berdiskusi tentang pengalaman sulit, orang tua menunjukkan empati, tanpa langsung menyelesaikan masalah untuk anak. Ini adalah bentuk kasih sayang yang mendorong kemandirian dan kedewasaan emosional,” terang Rendra.
Pendampingan seperti ini akan membantu anak membangun ketangguhan dalam menghadapi berbagai situasi dalam hidup.
Masih banyak orang tua yang menyamakan ketegasan dengan kekerasan, atau menganggap kasih sayang berarti menuruti semua keinginan anak. Padahal, keduanya bisa berjalan beriringan.
“Ketegasan sejati terlihat dari konsistensi terhadap aturan, bukan dari ancaman atau amarah. Sedangkan kasih sayang berarti memberi ruang untuk berdiskusi, dengan tetap menjaga batasan yang jelas,” tegas Rendra.
Dia menekankan, pola asuh efektif tercipta ketika orang tua bisa menjadi pendamping yang tegas dalam norma, namun lembut dalam komunikasi.
Pendekatan Authoritative Parenting mengajarkan bahwa menjadi orang tua yang efektif bukan tentang memilih antara menjadi keras atau lembut. Justru, gabungan dari keduanya—dalam bentuk komunikasi terbuka, penerapan aturan yang adil, dan empati—adalah kunci untuk membentuk anak yang tangguh, bertanggung jawab, dan penuh empati.(*)
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…
Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda,…
This website uses cookies.