4 February 2026, 6:17 AM WIB

Sri Mulyani Direkrut Bill Gates Jadi Dewan Gubernur Filantropi, Ini Tugas dan Kompensasinya

METROTODAY, JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati Indrawati, resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) Bill & Melinda Gates Foundation. Langkah ini menandai babak baru bagi sang ekonom dalam kancah filantropi global.

Penunjukan ini diumumkan langsung oleh pihak yayasan pada Selasa (13/1). Sri Mulyani yang dikenal sebagai arsitek di balik ketahanan ekonomi Indonesia di tengah badai krisis covid, kini bersanding dengan tokoh-tokoh dunia lain untuk mengawal misi besar Bill Gates dalam 20 tahun ke depan.

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyebutkan bahwa kehadiran Sri Mulyani adalah aset krusial bagi yayasan. Pengalamannya dalam mengelola kebijakan ekonomi makro dan reformasi kelembagaan dinilai selaras dengan visi yayasan untuk menciptakan hasil ekonomi yang berkeadilan.

“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam. Kepemimpinannya akan memastikan sumber daya kami digunakan untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia,” ujar Suzman.

Bagi Sri Mulyani, mandat ini bukan sekadar posisi prestisius. Ia bergabung di saat yayasan sedang dalam fase maraton untuk menghabiskan seluruh dana abadi mereka dalam dua dekade mendatang. Fokusnya adalah menekan kematian ibu dan bayi, membasmi penyakit menular, serta mengangkat jutaan orang dari jerat kemiskinan.

Tugas dan Gaji di Dewan Pengurus

Sebagai anggota dewan independen, Sri Mulyani mengemban tanggung jawab strategis yang besar. Berdasarkan piagam yayasan, berikut adalah rincian peran yang akan ia jalani:

  • Pengawasan Strategis: Memberikan suara atas persetujuan anggaran tahunan, rencana kerja empat tahun, serta pengangkatan atau pemberhentian CEO.
  • Tata Kelola Risiko: Meninjau risiko utama yang dihadapi yayasan dan memastikan kebijakan etika serta integritas keuangan tetap terjaga.
  • Pengembangan Program: Berpartisipasi dalam tinjauan strategi program tertentu dan memberikan panduan operasional kepada manajemen.

Satu hal yang menarik perhatian publik adalah perihal kompensasi alias gaji. Berbeda dengan posisi eksekutif, anggota Dewan Pengurus di Gates Foundation ternyata tidak menerima gaji atau kompensasi finansial atas pengabdian mereka.

Kebijakan yayasan menyatakan bahwa anggota dewan hanya mendapatkan penggantian untuk biaya perjalanan dan pengeluaran aktual yang berkaitan dengan tugas-tugas yayasan.

Meski begitu, nilai sosial dan dampak kebijakan yang dihasilkan jauh melampaui angka-angka nominal. Sebagai perbandingan, posisi profesional seperti Ilmuwan Data di yayasan ini bisa mengantongi hingga Rp 393 juta per bulan, namun peran dewan murni bersifat pengabdian strategis.

Berjejaring dengan Tokoh Dunia

Di dalam dewan pengurus, Sri Mulyani akan bekerja bahu-membahu dengan Bill Gates sendiri, serta nama-nama besar seperti Ashish Dhawan, Strive Masiyiwa, dan Thomas J. Tierney.

Ia juga akan bergabung di saat yayasan melakukan restrukturisasi dengan membentuk divisi baru untuk Afrika dan India, guna memperkuat dampak pembangunan di wilayah-wilayah kunci tersebut.

“Saya termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global dan tata kelola yang baik demi upaya menyelamatkan nyawa,” kata Sri Mulyani dalam keterangan resminya.

Dengan masa jabatan tiga tahun (yang dapat diperpanjang hingga total 12 tahun), dunia kini menanti bagaimana sentuhan tangan dingin Sri Mulyani dalam mengelola kebijakan fiskal negara akan bertransformasi menjadi kebijakan filantropi yang mengubah wajah kemiskinan dunia. (MT)

METROTODAY, JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati Indrawati, resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) Bill & Melinda Gates Foundation. Langkah ini menandai babak baru bagi sang ekonom dalam kancah filantropi global.

Penunjukan ini diumumkan langsung oleh pihak yayasan pada Selasa (13/1). Sri Mulyani yang dikenal sebagai arsitek di balik ketahanan ekonomi Indonesia di tengah badai krisis covid, kini bersanding dengan tokoh-tokoh dunia lain untuk mengawal misi besar Bill Gates dalam 20 tahun ke depan.

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyebutkan bahwa kehadiran Sri Mulyani adalah aset krusial bagi yayasan. Pengalamannya dalam mengelola kebijakan ekonomi makro dan reformasi kelembagaan dinilai selaras dengan visi yayasan untuk menciptakan hasil ekonomi yang berkeadilan.

“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam. Kepemimpinannya akan memastikan sumber daya kami digunakan untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia,” ujar Suzman.

Bagi Sri Mulyani, mandat ini bukan sekadar posisi prestisius. Ia bergabung di saat yayasan sedang dalam fase maraton untuk menghabiskan seluruh dana abadi mereka dalam dua dekade mendatang. Fokusnya adalah menekan kematian ibu dan bayi, membasmi penyakit menular, serta mengangkat jutaan orang dari jerat kemiskinan.

Tugas dan Gaji di Dewan Pengurus

Sebagai anggota dewan independen, Sri Mulyani mengemban tanggung jawab strategis yang besar. Berdasarkan piagam yayasan, berikut adalah rincian peran yang akan ia jalani:

  • Pengawasan Strategis: Memberikan suara atas persetujuan anggaran tahunan, rencana kerja empat tahun, serta pengangkatan atau pemberhentian CEO.
  • Tata Kelola Risiko: Meninjau risiko utama yang dihadapi yayasan dan memastikan kebijakan etika serta integritas keuangan tetap terjaga.
  • Pengembangan Program: Berpartisipasi dalam tinjauan strategi program tertentu dan memberikan panduan operasional kepada manajemen.

Satu hal yang menarik perhatian publik adalah perihal kompensasi alias gaji. Berbeda dengan posisi eksekutif, anggota Dewan Pengurus di Gates Foundation ternyata tidak menerima gaji atau kompensasi finansial atas pengabdian mereka.

Kebijakan yayasan menyatakan bahwa anggota dewan hanya mendapatkan penggantian untuk biaya perjalanan dan pengeluaran aktual yang berkaitan dengan tugas-tugas yayasan.

Meski begitu, nilai sosial dan dampak kebijakan yang dihasilkan jauh melampaui angka-angka nominal. Sebagai perbandingan, posisi profesional seperti Ilmuwan Data di yayasan ini bisa mengantongi hingga Rp 393 juta per bulan, namun peran dewan murni bersifat pengabdian strategis.

Berjejaring dengan Tokoh Dunia

Di dalam dewan pengurus, Sri Mulyani akan bekerja bahu-membahu dengan Bill Gates sendiri, serta nama-nama besar seperti Ashish Dhawan, Strive Masiyiwa, dan Thomas J. Tierney.

Ia juga akan bergabung di saat yayasan melakukan restrukturisasi dengan membentuk divisi baru untuk Afrika dan India, guna memperkuat dampak pembangunan di wilayah-wilayah kunci tersebut.

“Saya termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global dan tata kelola yang baik demi upaya menyelamatkan nyawa,” kata Sri Mulyani dalam keterangan resminya.

Dengan masa jabatan tiga tahun (yang dapat diperpanjang hingga total 12 tahun), dunia kini menanti bagaimana sentuhan tangan dingin Sri Mulyani dalam mengelola kebijakan fiskal negara akan bertransformasi menjadi kebijakan filantropi yang mengubah wajah kemiskinan dunia. (MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait