RAMADHAN di Tanah Haram sering kali dipahami hanya sebagai pengalaman spiritual yang sangat personal. Namun bagi siapa pun yang tinggal beberapa hari di Makkah pada bulan suci ini, ada satu hal yang segera terasa: kota ini bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga sebuah ekosistem kehidupan yang bergerak sangat dinamis.
PADA sepuluh malam terakhir Ramadhan, Masjidil Haram seperti menjadi jantung yang berdetak bagi umat Islam di seluruh dunia. Dari berbagai penjuru bumi, manusia datang membawa doa-doa
DI sepuluh malam terakhir Ramadhan, jutaan manusia datang ke satu tempat yang sama dengan harapan yang serupa, yakni menemukan satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Bagi banyak umat Islam, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi momentum spiritual yang diyakini memiliki keutamaan luar biasa. Amal yang dilakukan pada bulan ini dipercaya bernilai berlipat, sementara ibadah di Masj
Saya baru benar-benar memahami makna perubahan kecil itu beberapa hari setelah tiba di Makkah. Pagi itu, sebuah berita muncul di layar telepon: Hotel Mira Ajyad, hotel yang dijadwalkan menjadi tempat kami menginap terbak
WAJAH dunia modern dihiasi mobilitas tanpa henti. Pesawat melintas benua, kapal menyeberangi samudra, dan manusia berpindah dari satu kota ke kota lain sebagai cerminan peradaban transportasi kekinian. Dunia terus berger
ADA perjalanan yang direncanakan dengan rapi, namun tetap saja berjalan di luar skenario manusia. Niat telah dipasang, tiket sudah di tangan, koper telah disiapkan, dan doa-doa keberangkatan telah mengiringi langkah.
Sekitar sepekan jelang puncak ibadah haji, Pemerintah Arab Saudi sudah menutup proses pemvisaan jemaah haji. Kebijakan itu berlaku bagi seluruh jenis visa haji, baik reguler, haji khusus, mujamalah, dan lainnya.
Mulai 13 April 2025, otoritas Arab Saudi menangguhkan sementara penerbitan visa umrah, bisnis, dan kunjungan keluarga bagi warga dari 14 negara, termasuk dari Indonesia, seiring semakin dekatnya musim haji.