Situasi di kawasan Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada hari Sabtu (28/2). Serangan tersebut menimbulka
Hanya selang sehari setelah gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat gempuran udara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyerang rumahnya di Teheran, militer Iran langsung membalas.
Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah wafat. Tokoh sentral revolusi itu gugur akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menghantam jantung ibu kota Teheran, Sabtu dini hari (28/2).
Senin malam waktu setempat (Selasa WIB), Iran membalas serangan Amerika Serikat (AS) ke tiga fasilitas nuklir mereka, dengan merudal pangkalan militer AS di Qatar.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (Selasa WIB) mengeklaim bahwa Iran dan Israel telah menyepakati gencatan senjata secara menyeluruh untuk mengakhiri "perang 12 hari" antara kedua negara itu.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, membuat pernyataan mengejutkan bahwa beberapa negara siap untuk memasok Iran dengan senjata nuklir, menyusul serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menggunakan "metode baru" yang bisa memaksa sistem pertahanan udara Israel untuk saling menyerang, sehingga hal ini menguntungkan upaya mereka dalam membalas