Keunggulan dalam tarbiyah ilmu shorof ini pula yang membedakan Pondok Sono dari pondok-pondok lain, sekaligus menjadi keunggulannya. Apalagi dengan keberadaan kitab Tashrifan yang mempelajari khusus tentang ilmu shorof
Pondok Sono yang terletak di Dusun Sono, Desa Sidokerto, didirikan oleh K.H. Muhayyin pada sekitar tahun 1800-an sebagai penerus atau pengganti dari pondok yang lebih tua di daerah Tambaksumur, Kecamatan Waru, yang didir
MAKAM Aulia Sono tak bisa dipisahkan dari perkembangan Islam dan pondok pesantren di Sidoarjo. Aulia artinya para wali atau orang-orang yang dekat dengan Allah SWT. Sedangkan Sono merujuk pada lokasi makam di Dusun Sono
Makam Aulia Sono menjadi prioritas untuk direvitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo karena keberadaan Pondok Pesantren Sono yang para pendirinya dimakamkan di sana. Pondok Sono menjadi jujukan para ulama besar
JIKA kita memasuki kompleks Pondok Pesantren Siwalanpanji, aura masa lalu seolah menyeruak di depan mata. Betapa tidak, bangunan-bangunan di pondok masih dipertahankan seperti aslinya.
BERMULA dari majelis kecil, pesantren Siwalanpanji yang dirikan K.H. Hamdani akhirnya berkembang. Bangunan pesantren dibuat dari kayu berkualitas tinggi yang beliau datangkan sendiri dari wilayah Cepu, Jawa Tengah.
Pondok Pesantren Siwalanpanji adalah ruang hidup spiritual yang lahir dari doa-doa panjang dan tapa batin sang pendiri di rawa-rawa yang kala itu masih sunyi dari jejak manusia. Berkat karamah dan kegigihan K.H. Hamdani