Menghadapi potensi curah hujan ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Februari 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan berbagai upaya penanggulangan, antara lain melalui penambahan rumah pompa, normalisasi salu
Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) progress pembangunan Rumah Pompa Kedung Peluk sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah Candi dan Tanggulangin, Selasa (27/1).
Pemkot Surabaya segera mengambil langkah penanganan setelah hujan deras mengguyur Kota Pahlawan sejak Minggu sore (4/1). Beberapa titik rawan banjir menjadi prioritas penanganan darurat, sekaligus masuk dalam rencana
Meskipun ada rencana pembangunan tanggul laut untuk mencegah banjir rob, Pemkot Surabaya dinilai belum memungkinkan mewujudkannya saat ini. Sebaliknya, Kota Pahlawan lebih memprioritaskan optimalisasi rumah pompa, pintu
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) dan petugas di rumah pompa selama 24 jam nonstop untuk mengantisipasi genangan akibat sampah
Pemkot) Surabaya menyiapkan ruang khusus di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk menampung sampah berukuran besar (bulky waste) seperti kasur, sofa, kursi, dan lemari.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali mengimbau seluruh warga Kota Pahlawan untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama benda-benda besar ke sungai dan saluran air.