Hanya selang sehari setelah gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat gempuran udara Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyerang rumahnya di Teheran, militer Iran langsung membalas.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan dimulainya operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran menyusul konfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menggunakan "metode baru" yang bisa memaksa sistem pertahanan udara Israel untuk saling menyerang, sehingga hal ini menguntungkan upaya mereka dalam membalas