Ribuan pesilat menggelar aksi damai menuntut penindakan pelaku penganiayaan anggotanya oleh kelompok penagih utang atau debt collector (DC) , membubarkan diri secara tertib setelah diterima dan berdialog langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, Jumat (31/7).
Massa yang mengenakan pakaian serba hitam dan membawa bendera organisasi berkumpul di depan Mapolrestabes Surabaya sebelum kemudian bergerak memadati ruas Jalan Teuku Umar, Surabaya.
Kapolres juga menemui kedua kalinya massa di tempat yang berbeda. Dalam pertemuannya dengan perwakilan massa, Luthfie memastikan penanganan kasus penganiayaan terus berjalan dan pihaknya masih memburu satu orang pelaku yang belum tertangkap.
Kericuhan terjadi antara penagih utang atau debt collector (DC) dengan petugas parkir di halaman parkir sebuah kafe di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Genteng Surabaya, Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari.
Dugaan percobaan penarikan paksa kendaraan oleh debt collector kembali terjadi di Surabaya. Seorang warga, Andy Pratomo, mengaku mobil miliknya hendak disita meski dibeli secara tunai.