MBAH UD atau K.H. Ali Mas’ud memiliki kedekatan dengan K.H. Chamim Tohari Djazuli atau Gus Miek dari Ploso, Kediri. Beliau adalah pendiri amalan dzikir Jamaah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan Sema'an Jantiko
K.H. ALI MAS’UD tercatat enam kali melangsungkan pernikahan. Yang pertama dengan Nyai Maisarah atau Nyai Sarah dari Pagerwojo, Sidoarjo. Beliau adalah putri dari K.H. Manan yang masih saudara dari K.H. Said
MENURUT ilmu tasawuf, karomah atau kelebihan Mbah Ud atau KH. Ali Mas’ud ini adalah kelebihan yang mutlak. Baik bersifat musyahadah atau bisa terlihat dengan mata, maupun yang bersifat musyakafah atau yang tak terlihat
MBAH UD atau K.H. Ali Mas’ud juga dikenal mampu membaca pikiran dan perasaan seseorang meski tak pernah disampaikan dan hanya disimpan di dalam hati. Ini karena karomah atau kelebihan yang dimilikinya bersifat mutlak,
KAROMAH lain yang dimiliki K.H. Ali Mas’ud tentu adalah ilmu laduni dimana beliau memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu tanpa melalui proses pendidikan formal atau pembelajaran konvensional
SEPANJANG hidupnya, KH. Ali Mas’ud dikenal senang mengikuti kegiatan masyarakat yang mendorong pada peribadatan kepada Allah SWT. Baik melalui kegiatan pengajian, haul, khataman atau sema’an Quran, kesenian hadrah, dan
K.H. ALI MAS’UD atau Mbah Ud dikenal sebagai seorang waliyullah yang unik dan cenderung nyentrik. Beliau tidak berdakwah di mimbar-mimbar pengajian atau di pondok pesantren dengan ribuan santri. Tapi, lebih banyak hidup
K.H. ALI MAS’UD atau Mbah Ud terlahir dengan nama Mas’ud. Karena putra seorang kiai pengasuh pondok pesantren, dia lebih sering disapa dengan Gus Ud. Lahir di Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
K.H. ALI MAS’UD atau biasa disapa Kiai Ali Mas’ud, Gus Ud, atau Mbah Ud, adalah nama salah seorang waliyullah di Kabupaten Sidoarjo yang berperilaku nyentrik. Namanya dikenal luas dan sangat dihormati karena karamah