“Yang paling utama adalah calon direktur dan dewan pengawas ini juga memiliki komitmen terhadap konservasi satwa. Ini yang jadi inti kita, sehingga diharapkan dapat mengelola KBS itu dengan baik, dan KBS ini bisa menjadi lembaga konservasi yang profesional, akuntabel dan juga bisa kembali dipercaya oleh masyarakat Surabaya,” katanya.
Pengawasan juga diperluas ke aspek yang sebelumnya mungkin kurang ditonjolkan. “Untuk pengawasannya juga kita nanti akan membentuk pengawas-pengawas yang banyak. Termasuk pengawas khusus terkait dengan medis dan nutrisi dari hewan-hewan yang ada di KBS,” katanya.
Syamsul menutup dengan menegaskan bahwa pengalaman yang terjadi menjadi pelajaran untuk penempatan personel yang tepat sesuai keahlian.
“Jadi pengalaman yang di belakang kemarin menjadi pelajaran bagi kita. Karena memang the right man on the right place, itu yang benar, baru bisa menggerakkan semua nantinya,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Pihak kepolisian masih mendalami penyelidikan terkait pelemparan benda terbakar yang diduga bom molotov ke Pos…
Sebuah Pos Polisi Lalu Lintas di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, diduga menjadi sasaran pelemparan bom…
Polemik sound horeg mendapat perhatian Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, M. Rafi Wibisono. Penertiban jangan…
Satpol PP Kota Surabaya menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan aktivitas usaha yang mengganggu ketenteraman dan…
Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi. Gempa yang tercatat…
Oval Atrium Ciputra World Surabaya menjadi panggung pagelaran Innofashion Show 8 yang digelar 14–16 Agustus.…
This website uses cookies.