Selain itu, pengelola kawasan industri dan pergudangan juga diharapkan turut serta berperan aktif mengingat sebagian jaringan saluran berada di wilayah kewenangan mereka.
“Kita mengajak pengelola kawasan industri dan pergudangan untuk ikut menjaga dan memperbaiki saluran yang menjadi tanggung jawab mereka, agar aliran air tidak terhambat saat melewati kawasan tersebut,” jelasnya.
Ke depannya, seluruh sistem drainase di kawasan Margomulyo akan diarahkan menuju Saluran Margomulyo Tengah, yang kemudian terhubung ke Rumah Pompa Balong II sebelum akhirnya dialirkan langsung ke laut.
“Kita juga akan membangun saluran baru serta rumah pompa berkapasitas kecil untuk memastikan air dapat mengalir lancar menuju Rumah Pompa Balong II,” ungkap Adi.
Sebagai langkah pendukung lainnya, dibangun pula mini bozem di area exit tol tersebut. Fasilitas ini nantinya berfungsi sebagai tempat penampungan air sementara agar tidak langsung meluap ke permukaan jalan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Mini bozem ini kita bangun di atas lahan milik PT Margabumi. Tujuannya agar air hujan dapat ditampung terlebih dahulu, sehingga tidak langsung meluber ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas. Proses pengerjaannya saat ini sedang berlangsung,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Gila, dramatis, dan sukses bikin senam jantung! Laga babak 32 besar Piala Dunia di Atlanta…
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional…
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi,…
Komitmen dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hal…
Norwergia memastikan diri melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Pantai Gading…
Kesuksesan tidak selalu lahir dari ibu kota. Kalimat itu seolah menjadi gambaran perjalanan hidup Bayu…
This website uses cookies.