8 April 2026, 20:03 PM WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau TKA di Surabaya, Siswa Antusias Garap Soal

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP hari kedua di SMPN 1 Surabaya, Selasa (7/4).

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa.

Di hadapan pelajar, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengaku terkesan dengan antusiasme dan optimisme yang ditunjukkan peserta.

“Saya sempat berdialog dengan para siswa, dan mereka terlihat sangat semangat. Bahkan ketika saya tanyakan mengenai soal, mereka menyampaikan bahwa soalnya relatif mudah,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Ia menilai respons positif itu menjadi indikasi bahwa TKA tidak semata berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga mampu memantik semangat belajar.

“Mereka berharap TKA terus dilaksanakan karena dirasakan memberikan manfaat, baik dalam meningkatkan kemampuan akademik maupun sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” imbuhnya.

Peninjauan juga mencakup kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari ruang ujian hingga laboratorium komputer. Abdul Mu’ti memastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal.

“Penataan ruang, kesiapan komputer, hingga aspek teknis lainnya telah dipersiapkan dengan baik. Saya meyakini TKA menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” tegasnya.

Secara konseptual, TKA tidak hanya mengukur capaian akademik Matematika dan Bahasa Indonesia, tetapi juga mencakup literasi, numerasi, karakter, serta lingkungan belajar. Hasil pelaksanaan akan menjadi dasar evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

“Untuk jenjang SMP, soal disusun oleh pemerintah pusat dan provinsi. Sementara untuk SD, soal disusun pemerintah kabupaten/kota agar capaian dapat terukur di tingkat daerah,” jelasnya.

Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa TKA kini mulai terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional, termasuk dalam seleksi jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Jika sebelumnya penilaian akademik hanya berdasarkan rapor, kini ditambah dengan nilai TKA sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan pelaksanaan TKA di Kota Pahlawan berlangsung lancar. Ia menyebut kehadiran menteri memberi dorongan moral yang besar.

“Beliau hadir sejak pagi dan berdialog langsung dengan siswa. Terlihat mereka senang dan antusias. Yang menarik, siswa mengikuti TKA tanpa merasa terpaksa,” kata Febri.

Ia juga menegaskan kembali bahwa TKA tidak menentukan kelulusan, namun menjadi nilai tambah.

“TKA tidak menentukan kelulusan. Kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah. Namun, nilai TKA akan menjadi nilai tambah, khususnya pada jalur prestasi SPMB,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 19 Surabaya, Eko Widayani, menyebut pelaksanaan perdana TKA disambut positif oleh siswa.

“Siswa menyambut dengan sangat baik. Kami berupaya menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Harapannya, ini menjadi langkah awal memperkuat mutu pendidikan Indonesia,” kata Eko Widayani.

Hal senada disampaikan Cila, siswi SMPN 1 Surabaya, yang mengaku dapat mengerjakan soal dengan lancar selama dua hari pelaksanaan.

“Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan TKA ini berjalan lancar secara keseluruhan. Saya dapat mengerjakan TKA dengan lancar selama dua hari ini,” pungkasnya. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP hari kedua di SMPN 1 Surabaya, Selasa (7/4).

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa.

Di hadapan pelajar, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengaku terkesan dengan antusiasme dan optimisme yang ditunjukkan peserta.

“Saya sempat berdialog dengan para siswa, dan mereka terlihat sangat semangat. Bahkan ketika saya tanyakan mengenai soal, mereka menyampaikan bahwa soalnya relatif mudah,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Ia menilai respons positif itu menjadi indikasi bahwa TKA tidak semata berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga mampu memantik semangat belajar.

“Mereka berharap TKA terus dilaksanakan karena dirasakan memberikan manfaat, baik dalam meningkatkan kemampuan akademik maupun sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” imbuhnya.

Peninjauan juga mencakup kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari ruang ujian hingga laboratorium komputer. Abdul Mu’ti memastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal.

“Penataan ruang, kesiapan komputer, hingga aspek teknis lainnya telah dipersiapkan dengan baik. Saya meyakini TKA menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” tegasnya.

Secara konseptual, TKA tidak hanya mengukur capaian akademik Matematika dan Bahasa Indonesia, tetapi juga mencakup literasi, numerasi, karakter, serta lingkungan belajar. Hasil pelaksanaan akan menjadi dasar evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

“Untuk jenjang SMP, soal disusun oleh pemerintah pusat dan provinsi. Sementara untuk SD, soal disusun pemerintah kabupaten/kota agar capaian dapat terukur di tingkat daerah,” jelasnya.

Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa TKA kini mulai terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional, termasuk dalam seleksi jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Jika sebelumnya penilaian akademik hanya berdasarkan rapor, kini ditambah dengan nilai TKA sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan pelaksanaan TKA di Kota Pahlawan berlangsung lancar. Ia menyebut kehadiran menteri memberi dorongan moral yang besar.

“Beliau hadir sejak pagi dan berdialog langsung dengan siswa. Terlihat mereka senang dan antusias. Yang menarik, siswa mengikuti TKA tanpa merasa terpaksa,” kata Febri.

Ia juga menegaskan kembali bahwa TKA tidak menentukan kelulusan, namun menjadi nilai tambah.

“TKA tidak menentukan kelulusan. Kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah. Namun, nilai TKA akan menjadi nilai tambah, khususnya pada jalur prestasi SPMB,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 19 Surabaya, Eko Widayani, menyebut pelaksanaan perdana TKA disambut positif oleh siswa.

“Siswa menyambut dengan sangat baik. Kami berupaya menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Harapannya, ini menjadi langkah awal memperkuat mutu pendidikan Indonesia,” kata Eko Widayani.

Hal senada disampaikan Cila, siswi SMPN 1 Surabaya, yang mengaku dapat mengerjakan soal dengan lancar selama dua hari pelaksanaan.

“Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan TKA ini berjalan lancar secara keseluruhan. Saya dapat mengerjakan TKA dengan lancar selama dua hari ini,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait