Para kandidat calon mahasiswa Unair melalui jalur Golden Tiket saat dikumpulkan di Hall Lantai 1 Gedung Manajemen Kampus MERR-C, Surabaya. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) resmi mengumumkan 68 kandidat peraih Golden Ticket tahun 2026. Persaingan yang melibatkan 1.690 sekolah dari berbagai provinsi di Indonesia berlangsung secara hybrid di Hall Lantai 1 Gedung Manajemen Kampus MERR-C serta daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Unair.
Sebanyak 3.855 siswa mendaftar untuk menjadi bagian dari Ksatria Airlangga. Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan, SE MSi MFin, mengatakan antusiasme pendaftar Golden Ticket tahun ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 3.855 siswa yang mendaftar dan memperebutkan posisi untuk menjadi bagian dari Ksatria Airlangga.
Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Unair. Untuk menjaga objektivitas penilaian, pihaknya menerapkan sistem pemetaan berbasis kuadran.
“Kuadran ini menggambarkan kombinasi antara capaian akademik atau yang kita sebut Akademik Excellent dan Prestasi Excellent, sehingga penilaian dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan adil,” jelasnya.
Prof Madyan menjelaskan bahwa setelah seleksi awal, 207 siswa masuk Kuadran 1 dan 68 siswa masuk Kuadran 2.
“Dari keseluruhan pendaftar, setelah melalui proses seleksi awal, terdapat 207 siswa yang masuk dalam Kuadran 1, dan 68 siswa pada Kuadran 2. Data itu menunjukkan bahwa kita memiliki banyak talenta muda yang luar biasa, dengan beragam kekuatan baik di bidang akademik maupun non-akademik,” katanya.
Ia menambahkan pentingnya proses seleksi selanjutnya untuk mengidentifikasi kandidat terbaik secara objektif. “Oleh karena itu, proses seleksi selanjutnya menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kandidat terbaik dapat teridentifikasi secara objektif dan komprehensif,” ujarnya.
Guru Besar FEB Unair tersebut menjelaskan klasifikasi setiap kuadran: Kuadran 1 untuk pendaftar dengan prestasi akademik dan non-akademik sangat bagus; Kuadran 2 untuk yang memiliki prestasi akademik bagus dan non-akademik sangat bagus; Kuadran 3 untuk kandidat dengan prestasi akademik standar; serta Kuadran 4 untuk yang memiliki prestasi akademik sangat baik namun non-akademik standar.
“Bagi peserta yang masuk di dalam kuadran 2, itulah yang diusulkan untuk mendapatkan Golden Ticket jalur SNBP,” paparnya.
Para kandidat ini sedang diusulkan kepada Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jakarta.
“Kepada The Next Ksatria Airlangga, kami ucapkan semoga sukses dalam mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya di Unair. Dan bagi para anak-anakku yang masih harus berjuang, jangan pernah menyerah untuk meraih apa yang dicita-citakan,” tambahnya.
Ia mengimbau siswa yang belum berkesempatan untuk tidak berputus asa, karena masih banyak jalur masuk ke Unair.
“Masih banyak jalur untuk masuk ke Unair, seperti jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan Mandiri. Jalur Mandiri pun juga terdapat beberapa skema,” katanya.
Informasi lebih lanjut dapat diakses di laman Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Unair pada alamat www.ppmb.unair.ac.id.
“Di mana pun nantinya kita akan menempuh pendidikan selanjutnya, adalah merupakan skenario terbaik dari Allah SWT, tugas kita hanya jangan pernah berhenti berikhtiar dan berdoa. Jangan berputus asa, karena masih ada banyak jalur untuk masuk ke Universitas Airlangga,” pungkasnya. (ahm)
Keluarga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Annisa Pohan sedang diliputi bahagia. Anak kedua mereka lahir.…
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadi salah satu titik tersibuk selama periode arus mudik dan balik…
Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali bertambah. Kapal perang modern jenis multi-purpose…
Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Hutan (GEMA DUTA) menggelar aksi damai…
Rencana penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mengemuka. Salah satu alasannya…
Penataan ruang kebudayaan di Balai Pemuda mendapat dukungan. Mantan Wakil Ketua Tim Transformasi Lembaga Kebudayaan…
This website uses cookies.