26 March 2026, 1:58 AM WIB

Dua Kali Gagal Curi Beat, Pelaku Curanmor Berpeci Gondol Vega di Masjid Simokerto Surabaya

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) kembali meresahkan warga Tambak Segaran, Simokerto, Surabaya.

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, lingkungan Masjid Darun Najah telah berkali-kali menjadi sasaran pelaku kejahatan. Terbaru, sebuah motor milik jemaah raib saat pemiliknya tengah menunaikan ibadah salat Magrib.

Insiden yang terjadi pada Senin (23/3) lalu ini menambah daftar panjang kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Jalan Tambak Segaran 1. Pelaku yang terekam kamera CCTV tampak mengenakan baju putih dan peci untuk mengelabui warga.

Ahmad, salah satu jemaah masjid, menceritakan bahwa sebelum berhasil menggondol sebuah motor Yamaha Vega, pelaku sebenarnya sempat mengincar motor Honda Beat di lokasi yang sama. Namun, aksi tersebut gagal meskipun rumah kunci kendaraan sudah dirusak.

“Gagal semua, kurang tahu antara ada kunci gembok atau memang tidak bisa hidup, tapi rumah kunci rusak. Kejadian pada motor Beat itu sudah dua kali, pertama sebelum Lebaran saat subuh, dan yang kedua kemarin pas magrib. Saya sempat berpapasan saat wudhu, gelagatnya aneh cuma cuci tangan lalu keluar. Saya baru sadar setelah ramai di grup warga,” ungkap salah satu jemaah masjid Ahmad, Rabu (25/3).

Gagal membawa motor Beat, pelaku kemudian bergerak ke arah selatan dan berhasil menggasak motor Vega milik warga yang diparkir di belakang kantor urusan agama (KUA). Meski warga telah memasang CCTV di berbagai titik, termasuk di Gang 1 dan Gang 2, nyatanya para pelaku tetap nekat melancarkan aksinya.

Kris, warga sekitar, menegaskan bahwa kesadaran warga untuk memasang kamera pengawas sebenarnya sudah tinggi, namun kewaspadaan ekstra tetap dibutuhkan.

“Hampir semua warga punya kamera pengawas di depan rumah. Dari rekaman itu terlihat pelaku jalan kaki menuju masjid. Yang kena hasil cuma Vega itu. Beat-nya sudah dua kali ‘diuji’, gagal semua, tapi Vega-nya berhasil diambil pas Magrib,” jelas Kris.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat menanggapi laporan warga. Polsek Simokerto telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti rekaman CCTV yang sempat viral di media sosial.

“Korban telah membuat laporan polisi didampingi Bhabinkamtibmas. Tim Reskrim juga sudah olah TKP dan periksa saksi. Jadi yang hilang itu di luar masjid, pelaku teridentifikasi menggunakan kunci T dengan cara merusak rumah kunci. Saat ini kami sedang melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut,” tegas Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik.

Kini warga berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang identitasnya telah dikantongi melalui bukti digital tersebut. Warga juga diimbau untuk menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan di ruang publik. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) kembali meresahkan warga Tambak Segaran, Simokerto, Surabaya.

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, lingkungan Masjid Darun Najah telah berkali-kali menjadi sasaran pelaku kejahatan. Terbaru, sebuah motor milik jemaah raib saat pemiliknya tengah menunaikan ibadah salat Magrib.

Insiden yang terjadi pada Senin (23/3) lalu ini menambah daftar panjang kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Jalan Tambak Segaran 1. Pelaku yang terekam kamera CCTV tampak mengenakan baju putih dan peci untuk mengelabui warga.

Ahmad, salah satu jemaah masjid, menceritakan bahwa sebelum berhasil menggondol sebuah motor Yamaha Vega, pelaku sebenarnya sempat mengincar motor Honda Beat di lokasi yang sama. Namun, aksi tersebut gagal meskipun rumah kunci kendaraan sudah dirusak.

“Gagal semua, kurang tahu antara ada kunci gembok atau memang tidak bisa hidup, tapi rumah kunci rusak. Kejadian pada motor Beat itu sudah dua kali, pertama sebelum Lebaran saat subuh, dan yang kedua kemarin pas magrib. Saya sempat berpapasan saat wudhu, gelagatnya aneh cuma cuci tangan lalu keluar. Saya baru sadar setelah ramai di grup warga,” ungkap salah satu jemaah masjid Ahmad, Rabu (25/3).

Gagal membawa motor Beat, pelaku kemudian bergerak ke arah selatan dan berhasil menggasak motor Vega milik warga yang diparkir di belakang kantor urusan agama (KUA). Meski warga telah memasang CCTV di berbagai titik, termasuk di Gang 1 dan Gang 2, nyatanya para pelaku tetap nekat melancarkan aksinya.

Kris, warga sekitar, menegaskan bahwa kesadaran warga untuk memasang kamera pengawas sebenarnya sudah tinggi, namun kewaspadaan ekstra tetap dibutuhkan.

“Hampir semua warga punya kamera pengawas di depan rumah. Dari rekaman itu terlihat pelaku jalan kaki menuju masjid. Yang kena hasil cuma Vega itu. Beat-nya sudah dua kali ‘diuji’, gagal semua, tapi Vega-nya berhasil diambil pas Magrib,” jelas Kris.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat menanggapi laporan warga. Polsek Simokerto telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti rekaman CCTV yang sempat viral di media sosial.

“Korban telah membuat laporan polisi didampingi Bhabinkamtibmas. Tim Reskrim juga sudah olah TKP dan periksa saksi. Jadi yang hilang itu di luar masjid, pelaku teridentifikasi menggunakan kunci T dengan cara merusak rumah kunci. Saat ini kami sedang melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut,” tegas Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik.

Kini warga berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang identitasnya telah dikantongi melalui bukti digital tersebut. Warga juga diimbau untuk menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan di ruang publik. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait