Categories: Surabaya

Warga Surabaya Antusias Donor Darah Usai Buka Puasa Meski Permintaan Darah di PMI Stabil

METROTODAY, SURABAYA – Antusiasme masyarakat Surabaya untuk melakukan donor darah tidak surut di bulan Ramadan. Seperti di halaman Masjid Al-Akbar Surabaya, warga yang menyempatkan diri untuk donor darah usai berbuka puasa dapat dilayani oleh sebanyak dua unit kendaraan roda empat yang siap beroperasi.

Muiza, salah satu warga Surabaya yang tengah melakukan donor darah, mengaku tidak khawatir mendonorkan darah setelah berbuka puasa. “Ya kebetulan habis buka terus salat magrib sekali setelah itu donor,” ujarnya pada Jumat (27/2).

Sebelum mendonorkan darah, Muiza telah menjalani tes kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat. “Alhamdulillah lolos cek kesehatan padahal habis buka puasa tadi. Jadi bisa donor,” jelasnya.

Muiza mengatakan bahwa ini bukan kali pertama ia melakukan donor darah saat Ramadan. Menurutnya, aktivitas ini tidak membuat tubuh merasa lemas. “Tahun lalu waktu ramadan juga, alhamdulillah setelah donor gak lemas. Apalagi saat malam hari setelah berbuka puasa,” ujarnya.

Muiza menyampaikan bahwa setelah donor darah ia merasa lega karena bisa membantu sesama sekaligus mendapatkan manfaat bagi kesehatan tubuh. “Ya setelah donor darah ada kepuasan tersendiri. Bisa bantu orang lain juga dan menyehatkan tubuh juga,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag Pelayanan dan Humas UDD PMI Kota Surabaya, dr. Wandai Rasotedja, mengimbau para pendonor khususnya yang baru pertama kali untuk melakukan donor setelah berbuka puasa atau sahur. Namun bagi yang sudah terbiasa, aktivitas ini tidak memberikan efek yang terlalu berat.

“Banyak juga yang donor di siang hari saat puasa. Tergantung juga kebiasaan donor juga. Tapi untuk pendonor yang belum pernah sebaiknya setelah buka puasa atau setelah sahur. Agar tidak lemas dan waktu tersebut yang bagus karena nutrisinya sudah tercukupi,” imbaunya.

Ia menyebutkan bahwa selama Ramadan, stok darah di PMI Kota Surabaya mencapai 2.500 kantong. “Seperti sel darah pekat saat ini mencapai 2000 lebih kantong, kemudian trombosit ada 400 kantong dan whole blood ada 100 kantong lebih,” jelasnya.

Meski demikian, dr. Wandai mengaku permintaan darah dari rumah sakit masih dalam kondisi stabil. “Masih stabil sih untuk permintaan darah di awal Ramadan. Kurang lebih 200-300 kantong darah per hari. Karena permintaan ini juga tidak bisa diprediksi,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

19 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

21 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

1 day ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

1 day ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

2 days ago

This website uses cookies.