METROTODAY, SURABAYA – Menjelang berbuka puasa awal Ramadan 1447 H, kawasan Kali Kepiting Surabaya menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi masyarakat.
Banyak orang yang datang mengantre untuk mendapatkan takjil, makanan berbuka puasa, serta menu sahur yang disediakan secara gratis di Masjid Pemuda Konsulat. Mereka yang datang berasal dari berbagai wilayah dan juga warga sekitar.
Wakil Pengasuh Masjid Pemuda Konsulat, Ramadhan Surohadi, menyampaikan bahwa di awal Ramadan ini, pihaknya menyediakan 250 porsi makanan dan takjil untuk berbuka puasa, serta 150 porsi untuk sahur.
“Target saat berbuka puasa 250 porsi mungkin ini awal ya, karena di awal ramadan banyak yang masih buka bersama dengan keluarga jadi mungkin nanti Senin baru ramai kita bisa sediakan sampai 300-400 untuk buka dan saur,” tutur Ramadhan, Kamis (19/2).
Setiap harinya, masjid tersebut menyediakan minimal 300-400 porsi secara keseluruhan. Sebelum menikmati nasi dan lauk, masyarakat yang datang disajikan takjil saat kumandang adzan Maghrib. Setelah melaksanakan shalat, mereka baru makan dengan urutan khusus.

“Bebas tanpa melihat golongan dan agama. Yang penting ada urutan yang kamu sebelum makan harus shalat dulu, perempuan dulu yang makan baru laki-laki. Karena ada kemungkinan antara kurang dan sisa. Saat sisa kami persilahkan untuk dibungkus. Jadi kami gak bawa makanan masuk lagi,” jelasnya.
Menu yang disajikan setiap hari berbeda, seperti pada Kamis sore yang diberikan soto ayam. Takjil juga beragam, antara lain buah, gorengan, kurma, dan minuman.
“Insyaallah kami juga mengedepankan 4 sehat 5 sempurna,” tegasnya.
Untuk kebutuhan bahan makanan, setiap hari memasak 12 hingga 13 kilogram beras untuk berbuka puasa.
“Kalau sahur masak setengahnya karena jumlahnya sedikit dibanding yang berbuka,” ujar Ramadhan.
Pihak masjid menyampaikan bahwa jumlah masyarakat yang memanfaatkan program ini meningkat setiap tahunnya
“Ya semakin hari semakin banyak jemaah (masyarakat, Red) tentu kami berharap dengan adanya program ini kami sebagai manusia bisa pandai bersyukur, ingat pemberian dan lebih taat beribadah tepat waktu,” harapnya.
Salah satu masyarakat yang mengantre, Andre, mengaku sudah merasakan layanan ini sejak hari pertama puasa dan juga tahun lalu.
“Sudah tahun lalu saya ikut. Kemarin hari pertama puasa juga sudah menikmati buka gratis di sini,” ujar mahasiswa yang tinggal seorang diri di Surabaya ini.
Menurutnya, program ini sangat membantu untuk menghemat pengeluaran.
“Ya lumayan kalau puasaan gini bisa nabung untuk nanti pulang ke kampung halaman. Mumpung ada yang gratis untuk buka dan sahur,” ucapnya.
Tak hanya bagi umat Muslim, program ini juga terbuka bagi orang beragama lain. Bahkan di luar bulan Ramadan, Masjid Pemuda Konsulat juga menyediakan makan siang gratis setiap harinya. (ahm)


