Categories: Surabaya

Penyakit Jantung dan Stroke Penyebab Kematian Utama di Indonesia, Pakar Sarankan Redesain Sistem Pelayanan

METROTODAY, SURABAYA – Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama kematian di dunia dan Indonesia. Data menunjukkan penyakit jantung koroner dan stroke menempati peringkat teratas, dengan ratusan ribu kasus setiap tahunnya, sebagian besar terjadi pada fase gawat darurat di mana waktu menjadi faktor penentu hidup dan mati.

Pakar kegawatdaruratan jantung, Prof Dr Andrianto dr Sp JP Subsp I.K Kv (K), mengatakan upaya mempercepat penanganan gangguan jantung akut yang mengancam jiwa sangat penting. “Kegawatdaruratan jantung tidak semata persoalan klinis, melainkan persoalan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh,” ujarnya.

Gangguan jantung akut seperti serangan jantung koroner akut, gagal jantung akut, dan henti jantung termasuk kondisi yang sangat bergantung pada kecepatan penanganan. Dalam ilmu kegawatdaruratan jantung, kondisi ini dikenal sebagai time-dependent cardiovascular emergencies dengan prinsip time is muscle, time is life yang memiliki dasar biologis yang kuat.

Menurut Prof Andrianto, tingginya kematian akibat kegawatdaruratan jantung di Indonesia tidak hanya karena beratnya penyakit, namun juga dipengaruhi keterlambatan penanganan pada seluruh rantai pelayanan.

Prof Dr Andrianto dr Sp JP Subsp I.K Kv (K). Foto: Istimewa)

“Tingginya kematian kegawatdaruratan jantung di Indonesia bukan hanya oleh beratnya penyakit, namun sangat dipengaruhi keterlambatan penanganan pada seluruh rantai pelayanan. Mulai dari pra berobat hingga saat berobat. Bukan hanya rendahnya kesadaran terhadap bahaya kondisi tersebut, namun juga pelayanan medis yang cenderung belum optimal,” jelasnya.

Redesain sistem pelayanan sangat diperlukan untuk mengoptimalkan penanganan, yang didasarkan pada lima filosofi utama: filosofi waktu, filosofi integrasi, filosofi keadilan akses, filosofi pemberdayaan masyarakat, dan filosofi keberlanjutan serta pembelajaran sistem berbasis data.

“Redesain sistem meliputi penguatan peran masyarakat sebagai first responder, pembangunan pelayanan medis emergensi terintegrasi, penegasan peran fasilitas kesehatan primer serta penerapan time-based clinical pathway di rumah sakit,” tuturnya.

Sistem rujukan harus didesain berbasis waktu, bukan administratif, dengan dukungan telekardiologi dan digital health untuk pengambilan keputusan real-time. Selain itu, regionalisasi penanganan berbasis data geospasial menjadi kunci untuk mengatasi tantangan geografis Indonesia, sehingga pasien dapat dirujuk langsung ke fasilitas yang paling mampu dalam waktu tercepat.

“Redesain sistem penanganan gawat darurat jantung merupakan kebutuhan mendesak dan tanggung jawab etik untuk menurunkan kematian yang sebenarnya dapat dicegah. Dengan menempatkan waktu sebagai variabel keadilan dan sistem sebagai penentu utama luaran klinis, diharapkan lebih banyak nyawa dapat diselamatkan melalui sistem kegawatdaruratan jantung yang terintegrasi dan berbasis bukti,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jejak Karamah Waliyullah Mbah Barnawi Ngaresrejo; Makamnya Sering Diziarahi Mbah Ud (2)

Mbah Barnawi menjadi bagian penting dalam sejarah penyebaran ajaran Islam di Sidoarjo. Beliau adalah tokoh…

8 hours ago

Toyota Avanza Terbalik Usai Tabrak Truk Pertamina di Surabaya, Diduga Pengemudi Mengantuk

Kecelakaan lalu lintas antara Toyota Avanza dan truk tangki Pertamina, Kamis (2/4) di Jalan Perak…

10 hours ago

Dugaan Penyimpangan, Kejagung Copot dan Amankan Aspidum dan Beberapa Kasie Kejati Jatim

Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia mencopot Joko Budi Darmawan dari jabatannya sebagai Asisten Pidana Umum…

12 hours ago

Halal Bihalal dengan Insan Pers, PT Tjiwi Kimia Ajak Wartawan Peduli Lingkungan Hidup

PT Tjiwi Kimia menggelar halalbihalal dengan ratusan wartawan dari Sidoarjo dan Mojokerto. Jalin komunikasi sekaligus…

17 hours ago

Dishub Surabaya Tertibkan Lyn di Terminal Joyoboyo, Dokumen Tidak Lengkap dan Tak Laik Jalan

Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menggelar operasi gabungan penertiban angkutan umum di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)…

18 hours ago

Unesa Beri 50 Golden Ticket untuk Calon Mahasiswa Baru, 25 Jalur SNBP

Sebanyak 25 calon mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapatkan kehormatan khusus berupa beasiswa Golden…

18 hours ago

This website uses cookies.