Categories: Surabaya

Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Gelar Pangan Murah di Asemrowo

METROTODAY, SURABAYA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Asemrowo, Jalan Asem Raya, Surabaya. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan harga bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

Sejak pagi hari, warga Asemrowo dan sekitarnya telah memadati lokasi untuk mengantre kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, hingga cabai dengan harga di bawah pasar.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa GPM merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, terutama saat terjadi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

“Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi serta penguatan ketahanan pangan di Kota Surabaya,” ujar Antiek, Rabu (11/2).

Dalam pelaksanaan kali ini, komoditas yang paling banyak diburu adalah beras dan minyak goreng. Tercatat, sekitar 200 zak beras, 1.200 liter minyak goreng, dan 240 kilogram gula ludes terjual dalam waktu singkat. Harga yang ditawarkan memang cukup kompetitif, misalnya beras SPHP 5 kg dijual Rp 58 ribu, sementara Minyakita dibanderol Rp 15 ribu per liter.

Antiek menambahkan, pada tahun 2026 mendatang, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk lebih mengintensifkan program ini dengan frekuensi hingga 20 kali pelaksanaan dalam sebulan agar bisa menjangkau seluruh kecamatan.

Warga Asemrowo Surabaya berbahagia saat diadakan gerakan pangan murah menjelang Ramadan. (Foto: istimewa)

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mudah mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin. Ini adalah langkah awal kita menghadapi Ramadan,” tegasnya.

Manfaat dari program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Suparma, salah satu warga yang mengantre sejak pukul 08.00 WIB, mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang ditawarkan.

“Kalau di pasar minyak bisa sampai Rp 19 ribu di sini cuma Rp 15 ribu. Lumayan banget selisihnya, apalagi menjelang puasa,” kata Suparma.

Luluk, warga Asemrowo lainnya, turut memborong bahan pokok untuk stok persediaan di rumah. Ia bahkan menyampaikan apresiasinya kepada pimpinan kota atas inisiatif ini.

“Di pasar minyak bisa Rp 20 ribu, di sini Rp 15 ribu. Saya beli empat kantong sekalian buat stok. Terima kasih Pak Wali Eri Cahyadi sudah mengadakan kegiatan ini, sangat membantu kami,” ucap Luluk.

Selain bahan pokok utama, GPM ini juga melibatkan berbagai pihak seperti PD Rumah Potong Hewan (RPH) untuk daging segar, Kelompok Tani Guyub Sejahtera untuk sayuran, hingga pelaku usaha dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) untuk bumbu dapur seperti bawang dan cabai.

Warga berharap agar kegiatan serupa dapat digelar secara rutin setiap bulan untuk membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga pasar. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

BRI BO Jemursari Bekali Calon PMI dengan Literasi Keuangan dan Ekosistem Digital BRImo

Komitmen dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Hal…

6 hours ago

Dari Anak Penjual Pecel hingga Sutradara Nasional, Bayu Skak Buktikan Bahasa Daerah Bisa Mendunia

Kesuksesan tidak selalu lahir dari ibu kota. Kalimat itu seolah menjadi gambaran perjalanan hidup Bayu…

18 hours ago

Koeman Angkat Tangan Usai Tim Oranye Rontok di Piala Dunia, Pilih Mundur Demi Keluarga

Kekalahan pelik dari Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan terakhir Ronald…

19 hours ago

State Capture dan Kebisuan Mimbar Akademik

SARASEHAN Kebangsaan KSTI 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center…

23 hours ago

Tegaskan Tidak Ada Campur Tangan Istana saat Muktamar, Gus Irfan: NU Bukan Barang Warisan yang Diperebutkan

Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diagendakan berlangsung pada 1 hingga 5 Agustus…

1 day ago

Menhaj Tutup Operasional Haji 2026, 202 Ribu Lebih Jemaah Sudah Dipulangkan, 367 Wafat di Tanah Suci

Seluruh rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 resmi dinyatakan rampung Rabu (1/7) sore. Penutupan…

1 day ago

This website uses cookies.