12 February 2026, 5:25 AM WIB

Obituari Adi Sutarwijono: Dari Wartawan, Jatuh Bangun di Dunia Politik, hingga Menghembuskan Napas Terakhir

METROTODAY, SURABAYA – Kota Surabaya kehilangan salah satu tokoh legislatif terbaiknya. Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, meninggal dunia di RS MRCCC Jakarta pada Selasa (10/2) pukul 20.36 WIB.

Pria yang akrab disapa Cak Awi ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang luwes dan mengayomi selama menjabat di rumah rakyat. Ia terbiasa menerima rakyat dan pejabat di ruang dinasnya sebagai pimpinan DPRD Surabaya tanpa membedakan saatu sama lain.

Perjalanan dari Dunia Jurnalistik ke Politik

Lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968, Awi menghabiskan masa mudanya di Kota Proklamator tersebut sebelum akhirnya merantau ke Surabaya.

Ketertarikannya pada dunia sosial-politik sudah terlihat sejak ia menempuh studi di jurusan Ilmu Politik, FISIP Universitas Airlangga. Kala itu, ia aktif di organisasi kemahasiswaan dan menjabat sebagai anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) pada tahun 1990.

Sebelum terjun ke panggung politik praktis, Awi sempat mengasah ketajaman analisisnya sebagai jurnalis.

Tercatat, ia pernah menjadi wartawan Harian Surya (1996-2000) dan Majalah Tempo (1999-2003). Pengalaman di lapangan inilah yang memantapkan tekadnya untuk bergabung menjadi kader PDI Perjuangan.

Jatuh Bangun di PDI Perjuangan

Langkah politik Awi tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami kegagalan saat pertama kali mendaftar sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2004, dan kembali gagal pada Pemilu 2009. Meski demikian, loyalitasnya di struktur partai tetap kokoh.

Di internal DPC PDI Perjuangan Surabaya, ia pernah mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (2005-2010), Wakil Ketua Bidang Politik (2010-2014), hingga Wakil Ketua Bidang Pemilu (2015-2019).

Puncak Karier di Legislatif

Perjalanan Awi di DPRD Surabaya dimulai melalui jalur Pergantian Antar Waktu (PAW). Kariernya terus menanjak hingga ia terpilih secara resmi pada Pemilu 2019 dan langsung didapuk menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024.

Prestasi tersebut berlanjut saat ia kembali terpilih memimpin parlemen Surabaya untuk periode 2024-2029.

Selama di legislatif, ia pernah bertugas di Komisi C Bidang Pembangunan (2012-2014) serta menjabat Wakil Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan (2014-2019).

Di saat yang sama, ia juga memegang tongkat komando sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya sebelum akhirnya posisi tersebut berakhir pada Mei 2025 karena dicopot dari jabatan.

Penghormatan Terakhir

Kini, sang tokoh telah purna tugas. Meski jabatannya telah usai di dunia, jasa dan dedikasinya dalam mengawal aspirasi warga Surabaya akan terus dikenang oleh masyarakat dan rekan sejawat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Adi Sutarwijono akan diterbangkan dari Jakarta menuju Surabaya. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih pada Rabu (11/2) besok. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Kota Surabaya kehilangan salah satu tokoh legislatif terbaiknya. Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, meninggal dunia di RS MRCCC Jakarta pada Selasa (10/2) pukul 20.36 WIB.

Pria yang akrab disapa Cak Awi ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang luwes dan mengayomi selama menjabat di rumah rakyat. Ia terbiasa menerima rakyat dan pejabat di ruang dinasnya sebagai pimpinan DPRD Surabaya tanpa membedakan saatu sama lain.

Perjalanan dari Dunia Jurnalistik ke Politik

Lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968, Awi menghabiskan masa mudanya di Kota Proklamator tersebut sebelum akhirnya merantau ke Surabaya.

Ketertarikannya pada dunia sosial-politik sudah terlihat sejak ia menempuh studi di jurusan Ilmu Politik, FISIP Universitas Airlangga. Kala itu, ia aktif di organisasi kemahasiswaan dan menjabat sebagai anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) pada tahun 1990.

Sebelum terjun ke panggung politik praktis, Awi sempat mengasah ketajaman analisisnya sebagai jurnalis.

Tercatat, ia pernah menjadi wartawan Harian Surya (1996-2000) dan Majalah Tempo (1999-2003). Pengalaman di lapangan inilah yang memantapkan tekadnya untuk bergabung menjadi kader PDI Perjuangan.

Jatuh Bangun di PDI Perjuangan

Langkah politik Awi tidak selalu mulus. Ia sempat mengalami kegagalan saat pertama kali mendaftar sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2004, dan kembali gagal pada Pemilu 2009. Meski demikian, loyalitasnya di struktur partai tetap kokoh.

Di internal DPC PDI Perjuangan Surabaya, ia pernah mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (2005-2010), Wakil Ketua Bidang Politik (2010-2014), hingga Wakil Ketua Bidang Pemilu (2015-2019).

Puncak Karier di Legislatif

Perjalanan Awi di DPRD Surabaya dimulai melalui jalur Pergantian Antar Waktu (PAW). Kariernya terus menanjak hingga ia terpilih secara resmi pada Pemilu 2019 dan langsung didapuk menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024.

Prestasi tersebut berlanjut saat ia kembali terpilih memimpin parlemen Surabaya untuk periode 2024-2029.

Selama di legislatif, ia pernah bertugas di Komisi C Bidang Pembangunan (2012-2014) serta menjabat Wakil Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan (2014-2019).

Di saat yang sama, ia juga memegang tongkat komando sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya sebelum akhirnya posisi tersebut berakhir pada Mei 2025 karena dicopot dari jabatan.

Penghormatan Terakhir

Kini, sang tokoh telah purna tugas. Meski jabatannya telah usai di dunia, jasa dan dedikasinya dalam mengawal aspirasi warga Surabaya akan terus dikenang oleh masyarakat dan rekan sejawat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Adi Sutarwijono akan diterbangkan dari Jakarta menuju Surabaya. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih pada Rabu (11/2) besok. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait