METROTODAY, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kegiatan Character Building Pimpinan ITS 2026 dengan suasana yang berbeda. Berlokasi di Komando Armada (Koarmada) II, Selasa (3/2), jajaran pimpinan ITS mengikuti pelatihan kepemimpinan intensif yang dirancang khusus oleh TNI Angkatan Laut (AL).
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter, disiplin, serta memperkuat sinergi antara dunia akademisi dan militer. Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., MSc., Eng., PhD., menjelaskan bahwa agenda tahun ini memiliki nilai lebih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kegiatan ini dapat membangun karakter yang disiplin, mampu bekerja sama, dan berintegritas. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dapat menjalin hubungan yang semakin baik antara ITS dan TNI AL,” ujar Prof. Bambang, Kamis (5/2).


Para pimpinan ITS, yang dijuluki sebagai “Patriot ITS”, mengikuti berbagai aktivitas pengembangan diri yang melatih fisik, fokus, hingga pengendalian diri. Puncak acara diwarnai dengan pengalaman berlayar (joysailing) menggunakan kapal perang KRI Surabaya – 591. Di atas kapal, mereka ditantang melakukan berbagai permainan kerja sama tim, mulai dari estafet hulahop hingga adu kekompakan yel-yel.
Selain penguatan karakter, momen ini juga digunakan ITS untuk menyerahkan inovasi teknologi berupa perangkat lunak iStow. Perangkat mutakhir hasil karya sivitas akademika ITS ini berfungsi untuk pengaturan muatan kargo di kapal secara digital guna mendukung operasional armada TNI AL.
“Perangkat ini menjadi simbol untuk memperkuat kerja sama antara ITS dengan TNI AL,” jelas Prof. Bambang.
Pihak TNI AL menyambut baik kolaborasi unik ini. Asisten Teritorial (Aster) Pangkoarmada II, Kolonel Laut (P) Jani Sujani,, menyatakan bahwa materi pelatihan disusun untuk berbagi nilai-nilai kedisiplinan militer kepada para akademisi.
“Kami berbagi ilmu dari TNI AL kepada Patriot ITS. Semoga acara ini dapat berkesan dan membangun karakter kepemimpinan Patriot ITS lebih baik ke depannya,” tutur Kolonel Jani Sujani.
Sinergi ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dan poin ke-16 mengenai Kelembagaan Tangguh.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan hubungan kedua institusi semakin kokoh dalam memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan dan kemajuan bangsa. (ahm)

