4 February 2026, 8:53 AM WIB

Presiden Prabowo Naikkan Dana Riset Jadi Rp12 Triliun, ITS Siap Bantu Jawab Tantangan Pembangunan Nasional

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 1.200 pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, meliputi rektor, wakil rektor, dekan, dan guru besar dari kampus negeri maupun swasta, berkumpul atas undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (15/1) lalu.

Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati beserta jajarannya hadir dalam kegiatan taklimat tersebut.

Bambang menyebutkan bahwa acara ini merupakan forum pengarahan strategis antara presiden dengan para akademisi.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi pemikiran antara negara dan komunitas akademik,” ujarnya, Senin (19/1).

Menurut Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut, pelibatan langsung para pimpinan perguruan tinggi karena akademisi ditempatkan sebagai brains of our country.

Kekuatan intelektual bangsa memiliki tanggung jawab moral-sosial untuk menjawab tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga perguruan tinggi diposisikan sebagai aktor kunci pembangunan nasional.

IMG-20260119-WA0049
Jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia saat mengikuti Taklimat Presiden RI di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: istimewa)

Pria asal Yogyakarta tersebut juga mengungkapkan bahwa melalui kegiatan tersebut, presiden menyampaikan pembacaan situasi nasional dan global, termasuk dinamika geopolitik dan tantangan kemandirian bangsa. Dalam menghadapinya, penguatan kualitas pendidikan tinggi menjadi penting untuk ditekankan.

“Hal ini mencakup peningkatan kapasitas dosen, pengembangan infrastruktur riset, serta keberlanjutan pembiayaan kemandirian perguruan tinggi,” bebernya.

Hasil pembahasan menghasilkan komitmen penambahan dana riset nasional dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun pada tahun 2026.

Selain itu, dilakukan formulasi ulang beasiswa pendidikan agar lebih luas dan berorientasi mendukung science, technology, engineering, and mathematics (STEM), yang mendorong pendidikan tinggi sebagai pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.

Bambang mengaku ITS memiliki posisi relevan dan strategis dalam mendukung agenda terkait. Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi, sains, dan seni, ITS berada di garis depan penguatan STEM dan sains terapan, serta memiliki modal kuat untuk mempercepat riset terapan dan hilirisasi khususnya di sektor pangan, energi, dan industrialisasi.

Ke depannya, Bambang berencana menajamkan portofolio riset prioritas yang selaras dengan mandat nasional, diwujudkan melalui penguatan konsorsium riset bersama kampus lain, industri, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain itu, akan dilakukan penguatan talent pipeline di bidang STEM serta integrity by design dalam tata kelola.

“Semoga setiap perguruan tinggi, tentunya termasuk ITS, mampu menjawab amanat ini melalui kerja nyata,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 1.200 pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, meliputi rektor, wakil rektor, dekan, dan guru besar dari kampus negeri maupun swasta, berkumpul atas undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (15/1) lalu.

Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati beserta jajarannya hadir dalam kegiatan taklimat tersebut.

Bambang menyebutkan bahwa acara ini merupakan forum pengarahan strategis antara presiden dengan para akademisi.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi pemikiran antara negara dan komunitas akademik,” ujarnya, Senin (19/1).

Menurut Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut, pelibatan langsung para pimpinan perguruan tinggi karena akademisi ditempatkan sebagai brains of our country.

Kekuatan intelektual bangsa memiliki tanggung jawab moral-sosial untuk menjawab tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga perguruan tinggi diposisikan sebagai aktor kunci pembangunan nasional.

IMG-20260119-WA0049
Jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia saat mengikuti Taklimat Presiden RI di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: istimewa)

Pria asal Yogyakarta tersebut juga mengungkapkan bahwa melalui kegiatan tersebut, presiden menyampaikan pembacaan situasi nasional dan global, termasuk dinamika geopolitik dan tantangan kemandirian bangsa. Dalam menghadapinya, penguatan kualitas pendidikan tinggi menjadi penting untuk ditekankan.

“Hal ini mencakup peningkatan kapasitas dosen, pengembangan infrastruktur riset, serta keberlanjutan pembiayaan kemandirian perguruan tinggi,” bebernya.

Hasil pembahasan menghasilkan komitmen penambahan dana riset nasional dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun pada tahun 2026.

Selain itu, dilakukan formulasi ulang beasiswa pendidikan agar lebih luas dan berorientasi mendukung science, technology, engineering, and mathematics (STEM), yang mendorong pendidikan tinggi sebagai pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.

Bambang mengaku ITS memiliki posisi relevan dan strategis dalam mendukung agenda terkait. Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi, sains, dan seni, ITS berada di garis depan penguatan STEM dan sains terapan, serta memiliki modal kuat untuk mempercepat riset terapan dan hilirisasi khususnya di sektor pangan, energi, dan industrialisasi.

Ke depannya, Bambang berencana menajamkan portofolio riset prioritas yang selaras dengan mandat nasional, diwujudkan melalui penguatan konsorsium riset bersama kampus lain, industri, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain itu, akan dilakukan penguatan talent pipeline di bidang STEM serta integrity by design dalam tata kelola.

“Semoga setiap perguruan tinggi, tentunya termasuk ITS, mampu menjawab amanat ini melalui kerja nyata,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait