METROTODAY, SURABAYA – Dampak luapan air pada jalur KA lintas utara yang terjadi sejak Kamis (15/1) masih berlanjut hingga Minggu (18/1). Hingga saat ini petugas prasarana telah ditempatkan di lokasi terdampak untuk melakukan proses normalisasi jalur rel.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berdampak pada operasional kereta api.
“Imbas adanya luapan air ini, KAI menerapkan rekayasa pola operasi sehingga berdampak pada keterlambatan KA yang datang di berbagai stasiun wilayah Daop 8 Surabaya,” ujarnya.
Perubahan pola operasi juga menyebabkan pembatalan sejumlah keberangkatan KA, mengingat rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya untuk memastikan kesiapan sarana dan keselamatan.
“Sebanyak 7 keberangkatan terdampak, yaitu 4 dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, 1 dari Stasiun Malang, dan 2 yang melintas di wilayah Daop 8 Surabaya. Antara lain KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Anjasmoro, KA Ambarawa Ekspress, KA Matarmaja, KA Sembrani Tambahan, serta dua relasi KA Blambangan Ekspres,” tuturnya.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan.
Prosedur pengembalian dapat dilakukan hingga 7 hari dari jadwal keberangkatan melalui loket stasiun atau Contact Center 121 (melalui panggilan atau VOIP di aplikasi Access by KAI).
Hingga Minggu siang, sebanyak 528 penumpang telah melakukan pembatalan tiket di wilayah Daop 8 Surabaya. “Kami berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi jalur secara berkelanjutan demi menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api,” pungkasnya. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Dampak luapan air pada jalur KA lintas utara yang terjadi sejak Kamis (15/1) masih berlanjut hingga Minggu (18/1). Hingga saat ini petugas prasarana telah ditempatkan di lokasi terdampak untuk melakukan proses normalisasi jalur rel.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berdampak pada operasional kereta api.
“Imbas adanya luapan air ini, KAI menerapkan rekayasa pola operasi sehingga berdampak pada keterlambatan KA yang datang di berbagai stasiun wilayah Daop 8 Surabaya,” ujarnya.
Perubahan pola operasi juga menyebabkan pembatalan sejumlah keberangkatan KA, mengingat rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya untuk memastikan kesiapan sarana dan keselamatan.
“Sebanyak 7 keberangkatan terdampak, yaitu 4 dari Stasiun Surabaya Pasar Turi, 1 dari Stasiun Malang, dan 2 yang melintas di wilayah Daop 8 Surabaya. Antara lain KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Anjasmoro, KA Ambarawa Ekspress, KA Matarmaja, KA Sembrani Tambahan, serta dua relasi KA Blambangan Ekspres,” tuturnya.
Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen sesuai ketentuan.
Prosedur pengembalian dapat dilakukan hingga 7 hari dari jadwal keberangkatan melalui loket stasiun atau Contact Center 121 (melalui panggilan atau VOIP di aplikasi Access by KAI).
Hingga Minggu siang, sebanyak 528 penumpang telah melakukan pembatalan tiket di wilayah Daop 8 Surabaya. “Kami berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi jalur secara berkelanjutan demi menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api,” pungkasnya. (ahm)