4 February 2026, 7:02 AM WIB

Anak ODHIV di Surabaya Alami Diskriminasi, 15 Persen Anak Tertular dari Ortu

METROTODAY, SURABAYA – Kasus orang dengan HIV (ODHIV) tidak hanya menjangkit orang dewasa, namun juga anak-anak yang dapat tertular dari orang tuanya. Meski demikian, saat ini telah ada upaya pencegahan agar anak yang baru lahir tidak terinfeksi virus tersebut.

Koordinator Kelompok Dukungan Surabaya Suara Berdaya Surabaya (KDS SBS), Michael Yudhianto Bonang, mengungkapkan bahwa anak-anak dari orang tua positif HIV dapat langsung mendapatkan langkah pencegahan setelah lahir.

“Jika ngomong tren untuk wilayah Jatim saat ini sudah ada triple eliminasi pada ibu sudah berjalan,” tuturnya.

Pihaknya telah mendampingi sebanyak 7.000 ODHIV di Surabaya dan beberapa daerah sekitar. Dari jumlah tersebut, persentase anak-anak yang terinfeksi HIV berkisar antara 10 hingga 15 persen.

“Rata-rata di Surabaya untuk anak-anak yang positif HIV 10-15 persen dari orang tua. Pendampingan kami pilah-pilah benar penyebabnya dari orang tua atau faktor risiko yang lain seperti pergaulan bebas,” jelasnya.

Michael mengaku bahwa anak-anak yang hidup dengan HIV seringkali menghadapi masalah sosial saat beranjak dewasa. Mereka mendapatkan diskriminasi mulai dari masa sekolah, hingga di tempat kerja, bahkan ada yang ditolak menikah akibat stigma negatif yang melekat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya telah menyediakan 126 tempat tes HIV yang tersebar luas di seluruh kota, terdiri dari 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan 1 klinik utama. Upaya ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap tes kesehatan terkait HIV.

Tes tersebut secara khusus difokuskan pada kelompok yang memiliki risiko penularan tinggi, seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, serta ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular seperti TBC atau penyakit kelamin. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Kasus orang dengan HIV (ODHIV) tidak hanya menjangkit orang dewasa, namun juga anak-anak yang dapat tertular dari orang tuanya. Meski demikian, saat ini telah ada upaya pencegahan agar anak yang baru lahir tidak terinfeksi virus tersebut.

Koordinator Kelompok Dukungan Surabaya Suara Berdaya Surabaya (KDS SBS), Michael Yudhianto Bonang, mengungkapkan bahwa anak-anak dari orang tua positif HIV dapat langsung mendapatkan langkah pencegahan setelah lahir.

“Jika ngomong tren untuk wilayah Jatim saat ini sudah ada triple eliminasi pada ibu sudah berjalan,” tuturnya.

Pihaknya telah mendampingi sebanyak 7.000 ODHIV di Surabaya dan beberapa daerah sekitar. Dari jumlah tersebut, persentase anak-anak yang terinfeksi HIV berkisar antara 10 hingga 15 persen.

“Rata-rata di Surabaya untuk anak-anak yang positif HIV 10-15 persen dari orang tua. Pendampingan kami pilah-pilah benar penyebabnya dari orang tua atau faktor risiko yang lain seperti pergaulan bebas,” jelasnya.

Michael mengaku bahwa anak-anak yang hidup dengan HIV seringkali menghadapi masalah sosial saat beranjak dewasa. Mereka mendapatkan diskriminasi mulai dari masa sekolah, hingga di tempat kerja, bahkan ada yang ditolak menikah akibat stigma negatif yang melekat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya telah menyediakan 126 tempat tes HIV yang tersebar luas di seluruh kota, terdiri dari 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan 1 klinik utama. Upaya ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap tes kesehatan terkait HIV.

Tes tersebut secara khusus difokuskan pada kelompok yang memiliki risiko penularan tinggi, seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, serta ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular seperti TBC atau penyakit kelamin. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait