METROTODAY SIDOARJO – Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk calon jamaah haji (CJH) Jawa Timur tahun 2026 tahap kedua sedang berjalan dengan baik. Sebanyak 3.000 calon jamaah telah melakukan pembayaran pada tahap ini, setelah pelunasan dibuka pada Jumat lalu.
Plt Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, mengatakan setelah dibuka pelunasan Bipih tahap kedua, CJH yang sudah melunasi mencapai 3000 jemaah.
Menurutnya, jika pelunasan tetap stabil dengan jumlah tersebut, tidak menutup kemungkinan proses pelunasan tahap kedua akan tuntas dalam waktu tiga hari atau maksimal 9 Januari 2026. “Dalam satu hari bisa mencapai 3000 pelunasan, maka dalam tiga hari bisa memenuhi target pelunasan,” jelasnya,” Senin (5/1).
Pada tahap pertama, sebanyak 75 persen CJH Jatim telah melunasi Bipih. Sisa 25 persen atau sekitar 10.025 jamaah akan dilaksanakan pada tahap kedua. Anam menjelaskan, beberapa faktor menjadi penyebab keterlambatan pelunasan, salah satunya terkait dokumen verifikasi kesehatan atau istitaah (layak berangkat haji).

“Ada jamaah yang sudah istitaah tapi masih ada problem lain. Ada juga jamaah yang istitaah belum keluar atau masih dalam proses pengobatan. Sehingga perlu dimasukkan dalam pelunasan tahap kedua,” ucapnya.
Selain faktor kesehatan, pelunasan tahap kedua juga mencakup penggabungan pendampingan termasuk untuk jamaah lansia.
“Sisa dari itu nanti, kekurangannya kami ambilkan dari cadangan. Karena cadangan di Jatim sudah dimasukkan 40 persen dari kuota yang ada. Sehingga sangat mungkin nanti bisa terpenuhi semua sisa 25 persen di tahap kedua,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil rapat koordinasi, Wilayah Kerja (Wilker) Malang memperoleh urutan awal pemberangkatan kloter. Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai kloter pertama yang akan diberangkatkan dari Jawa Timur, dengan jadwal masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dan berangkat ke Tanah Suci pada 22 April 2026. (ahm)

