4 February 2026, 7:56 AM WIB

Volume Sampah Surabaya di Malam Pergantian Tahun 5 Ton, Didominasi Botol Plastik hingga Kardus Makan

METROTODAY, SURABAYA – Kesadaran masyarakat Kota Surabaya akan pengelolaan sampah semakin meningkat, dibuktikan dengan penurunan volume sampah yang sangat signifikan pada malam tahun baru 2026 dibandingkan perayaan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengungkapkan bahwa timbulan sampah dari aktivitas malam tahun baru kali ini tidak sampai menyentuh angka 5 ton. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan malam tahun baru 2025 yang mencapai 14 ton.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari imbauan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar warga tidak merayakan tahun baru secara berlebihan sebagai bentuk penghormatan terhadap musibah bencana alam yang menimpa wilayah Sumatera dan Aceh.

“Tahun ini volume sampah hasil kegiatan malam tahun baru jauh menurun. Tahun lalu kurang lebih 14 ton, tahun ini tidak sampai 5 ton. Aktivitas masyarakat di lapangan berkurang karena mengikuti imbauan Pak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk tidak mengadakan acara yang terlalu ramai sebagai bentuk empati bagi saudara kita di Sumatera,” ujar Dedik.

Meski secara keseluruhan volume menurun, DLH tetap melakukan pembersihan di beberapa titik pusat berkumpulnya massa, antara lain kawasan Gedung Grahadi, Taman Bungkul, Wisata Kota Lama, dan Taman Suroboyo.

“Sampah yang ditemukan didominasi oleh sisa aktivitas konsumsi masyarakat, seperti botol plastik, kardus, dan sisa makanan. Titik-titik tersebut memang menjadi tempat kumpul masyarakat, tapi volumenya tidak banyak. Imbauan pemerintah kota didengar dan dijalankan dengan baik oleh warga,” ujarnya.

Dedik juga menjelaskan bahwa angka 5 ton tersebut merupakan sampah timbulan khusus dari kegiatan malam tahun baru saja, bukan total sampah harian Kota Surabaya.

“Yang 5 ton ini murni dari satu kegiatan malam tahun baru di jalanan dan ruang publik, tidak termasuk sampah rutin domestik yang ada di TPS-TPS. Jadi perbandingannya sangat jauh dan ini perkembangan yang positif bagi kebersihan Kota Pahlawan,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Kesadaran masyarakat Kota Surabaya akan pengelolaan sampah semakin meningkat, dibuktikan dengan penurunan volume sampah yang sangat signifikan pada malam tahun baru 2026 dibandingkan perayaan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengungkapkan bahwa timbulan sampah dari aktivitas malam tahun baru kali ini tidak sampai menyentuh angka 5 ton. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan malam tahun baru 2025 yang mencapai 14 ton.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari imbauan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar warga tidak merayakan tahun baru secara berlebihan sebagai bentuk penghormatan terhadap musibah bencana alam yang menimpa wilayah Sumatera dan Aceh.

“Tahun ini volume sampah hasil kegiatan malam tahun baru jauh menurun. Tahun lalu kurang lebih 14 ton, tahun ini tidak sampai 5 ton. Aktivitas masyarakat di lapangan berkurang karena mengikuti imbauan Pak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk tidak mengadakan acara yang terlalu ramai sebagai bentuk empati bagi saudara kita di Sumatera,” ujar Dedik.

Meski secara keseluruhan volume menurun, DLH tetap melakukan pembersihan di beberapa titik pusat berkumpulnya massa, antara lain kawasan Gedung Grahadi, Taman Bungkul, Wisata Kota Lama, dan Taman Suroboyo.

“Sampah yang ditemukan didominasi oleh sisa aktivitas konsumsi masyarakat, seperti botol plastik, kardus, dan sisa makanan. Titik-titik tersebut memang menjadi tempat kumpul masyarakat, tapi volumenya tidak banyak. Imbauan pemerintah kota didengar dan dijalankan dengan baik oleh warga,” ujarnya.

Dedik juga menjelaskan bahwa angka 5 ton tersebut merupakan sampah timbulan khusus dari kegiatan malam tahun baru saja, bukan total sampah harian Kota Surabaya.

“Yang 5 ton ini murni dari satu kegiatan malam tahun baru di jalanan dan ruang publik, tidak termasuk sampah rutin domestik yang ada di TPS-TPS. Jadi perbandingannya sangat jauh dan ini perkembangan yang positif bagi kebersihan Kota Pahlawan,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait