Categories: Surabaya

Wawali Surabaya Armuji Geram Rumah Nenek Elina Dirobohkan Ormas, Janji Kawal dan Minta Dinas Terkait Pantau

METROTODAY, SURABAYA – Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya, Armuji, mengecam keras tindakan anarkis yang menimpa Elina Widjajanti, seorang nenek berusia 80 tahun yang diusir dan rumahnya di Jalan Sambikerep Surabaya dirobohkan oleh oknum ormas. Kasus ini mencuat setelah video pengusiran nenek tersebut viral di media sosial.

Armuji, yang akrab disapa Cak Ji, menilai tindakan perobohan rumah tanpa adanya keputusan pengadilan yang tetap (inkracht) merupakan bentuk premanisme yang tidak boleh dibiarkan di Kota Surabaya.

“Ini masalah kemanusiaan. Tidak boleh ada paksaan atau kekerasan, apalagi terhadap orang tua yang sudah sepuh. Jika ada sengketa, silakan lewat jalur hukum, bukan dengan pengerahan massa lalu merobohkan rumah orang begitu saja,” kata Armuji, dilansir dari video di YouTubenya, Jumat (26/12).

Dalam kunjungannya menemui nenek Elina, Cak Ji memberikan dukungan moral dan menegaskan dukungan Pemerintah Kota Surabaya terhadap langkah korban melaporkan peristiwa ini ke Polda Jawa Timur didampingi kuasa hukumnya, Wellem Mintarja.

Nenek Elina didampingi kerabat saat melihat langsung rumahnya yang rata oleh tanah setelah diusir oleh oknum ormas yang diminta oleh pria yang mengaku membeli rumah lansia 80 tahun tersebut. (Foto: Istimewa/Screenshot YouTube)

“Kami akan kawal agar keadilan tegak bagi nenek Elina. Surabaya ini kota hukum, tidak boleh ada kelompok yang merasa di atas hukum dan bertindak sebagai hakim’ sendiri,” katanya.

Ia juga memerintahkan dinas terkait untuk memantau kondisi kesehatan dan keamanan nenek Elina, menegaskan bahwa negara harus hadir ketika ada rakyat kecil yang tertindas oleh tindakan sewenang-wenang.

Pada kesempatan yang sama, Armuji juga bertemu dengan Samuel, pria yang mengklaim telah membeli rumah nenek tersebut lewat Elisa pada 2014. “Saya beli lewat tante Elisa pada 2014. Surat-suratnya ada, letter C, akta jual belinya ada. Letter C dari kelurahan,” ucap Samuel.

Namun, Armuji menilai tindakan Samuel tersebut tidak dibenarkan sama sekali dan menegaskan bahwa dokumen-dokumen tersebut perlu dibuktikan lewat jalur hukum.

Sebelumnya Elina Widjajanti diusir dan rumahnya di Jalan Sambikerep Surabaya dirobohkan oleh beberapa oknum ormas. Nenek Elina sempat ditarik paksa untuk keluar dari rumahnya, meski ia mempertahankan argumen saat berhadapan dengan orang-orang ormas yang bertubuh besar. Bahkan selang beberapa waktu, rumah yang diminta dikosongkan tersebut rata oleh tanah. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Momen Haru Penutupan Haji di Surabaya: Menhaj Irfan Yusuf Lepas Rompi, Teteskan Air Mata dan Sujud Syukur

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, tak kuasa menahan haru hingga meneteskan air…

1 day ago

Benteng Alpen Tak Lagi Rapuh! Swiss Tendang Aljazair Pulang, Sejarah 88 Tahun Akhirnya Runtuh

Swiss akhirnya mematahkan kutukan panjang mereka di fase gugur Piala Dunia. Bertanding menghadapi Aljazair pada…

1 day ago

Warga Gebang Lor Surabaya Belum Terlayani PDAM, Pengeluaran Bertambah untuk Beli Air Bersih

Pesatnya perkembangan Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur ternyata masih terdapat sejumlah warga…

1 day ago

Mini Bozem Dibangun di Exit Tol Margomulyo-Tandes untuk Tampung Air agar Tak Meluber ke Jalan

Untuk mengatasi permasalahan genangan air yang kerap terjadi di kawasan Margomulyo, Pemerintah Kota Surabaya merencanakan…

1 day ago

Bukan Cucurella apalagi Oyarzabal, Lamine Yamal Dinobatkan Jadi Raja Lapangan saat Spanyol Gilas Austria

Timnas Spanyol melaju mulus ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Austria dengan…

1 day ago

Oktafianus Fernando Kejar Lisensi Pelatih, Impikan Bangun Klub Bersama sang Adik Marselino Ferdinan

Kecintaan terhadap sepakbola membuat Oktafianus Fernando, mantan pemain Persebaya Surabaya musim 2025/2026 sekaligus kakak kandung…

1 day ago

This website uses cookies.