Categories: Surabaya

Gubernur Aceh Mualem Terima Tim Relawan Unesa: Bantuan Kesehatan, Psikososial, dan Beasiswa Korban Banjir

METROTODAY, SURABAYA – Tim relawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, konselor, dan ahli kebugaran memberikan layanan psikososial dan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana banjir di sejumlah posko pengungsian Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Tim Unesa yang dipimpin Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategi (PPIS), Mutimmatul Faidah, telah memberikan sejumlah bantuan layanan kesehatan dan psikososial sejak tibanya di lokasi bencana.

Mutimmatul menjelaskan bahwa kehadiran tim Unesa disambut langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan jajaran Forkopimda serta BPBD Aceh, guna berkoordinasi terkait bantuan dan layanan yang disiapkan agar menjangkau warga yang membutuhkan.

“Dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh dan jajarannya, kami menyampaikan bantuan yang disiapkan Unesa untuk para korban berupa logistik dan layanan kesehatan, termasuk beasiswa bagi mahasiswa asal daerah yang terdampak bencana,” ujarnya, Sabtu (13/12).

Tim relawan Unesa saat mendistribusikan bantuan ke tenda pengungsian banjir Aceh.

Setelah berkoordinasi, tim Unesa bergerak selama empat jam menuju Posko Pengungsian Pidie Jaya untuk memberikan layanan psikososial, pemeriksaan kesehatan, serta menyalurkan satu unit pick-up berisi logistik berupa sembako, makanan siap saji, paket kesehatan keluarga, obat-obatan, kebutuhan medis, perlengkapan psikososial, dan pakaian ganti. Bantuan diterima langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya.

Dari Pidie Jaya, tim Unesa melanjutkan perjalanan dua jam menuju Bireuen, tepatnya di Posko Pengungsian Kecamatan Peusangan, dengan membawa dua unit pick-up logistik.

Tim diterjunkan di tiga titik: tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan warga, tim psikososial bermain dan bercerita bersama anak-anak, sementara tim penguatan spiritual mengadakan sesi berbagi bersama para ibu atau orang tua.

“Tim Unesa kemudian bermalam di Bireuen. Denyut kehidupan kota relatif normal karena listrik mati. Aktivitas penguatan warga di pengungsian terus kami lakukan. Sementara itu, proses penanganan di desa-desa terdampak masih terus diupayakan,” beber guru besar Unesa itu.

Ia menceritakan kondisi para korban yang sudah belasan hari di lokasi pengungsian. Warga menunjukkan resiliensi yang sangat kuat terhadap bencana.

“Mereka bersedih, tetapi tidak rapuh. Rumah mereka terendam, sebagian hancur, dan harta benda banyak yang hilang, tetapi semangat untuk terus bertahan tidak pernah padam,” katanya.

“Ada harapan dan doa yang terus digenggam untuk memulai kembali dari awal. Mereka yakin bahwa mereka tidak sendiri. Dengan semangat gotong royong dan kekuatan kita semua, kita bisa bangkit dari bencana ini,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

1 hour ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

20 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

22 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

23 hours ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

23 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Ziarah dengan Paket Lengkap (2)

Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda,…

1 day ago

This website uses cookies.