Categories: Surabaya

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Gelar Simulasi Penanganan Kedaruratan 26 Titik di Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menggelar simulasi penanganan kedaruratan. Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan respon cepat jajaran Pemkot Surabaya dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan bahwa simulasi penanganan kedaruratan tersebut digelar di 26 titik kejadian.

Linda menjelaskan bahwa 26 titik kejadian tersebut di antaranya 11 titik genangan yang berdampak kemacetan, 11 titik lokasi pohon tumbang, 3 atap rumah roboh, dan 1 titik lokasi luapan air sungai.

“Simulasi ini kami melibatkan 12 kecamatan. Dalam (skenario) simulasi ini, diawali dari adanya informasi cuaca awan cumulonimbus (CB), diduga akan berdampak pada curah hujan yang cukup tinggi, setelah mendapat informasi dari BMKG melalui Command Centre (CC) 112, kemudian dilakukan penanganan di titik-titik tersebut,” kata Linda, Selasa (28/10).

Lokasi yang dijadikan tempat simulasi penanganan kedaruratan di antaranya, Kecamatan Benowo (penanganan genangan dan kemacetan di Wisma Tengger, Kelurahan Kandangan) dan Kecamatan Dukuh Pakis (penanganan pohon tumbang di Jalan Mayjen Sungkono depan TMP, Kelurahan Dukuh Pakis).

Dari simulasi itu, lanjut Linda, jajaran di lingkungan Pemkot Surabaya menjadi tahu apa saja yang akan dilakukan. Selain itu, juga akan tahu perangkat daerah (PD) mana saja yang dilibatkan jika terjadi penanganan kedaruratan.

“Jadi akan tahu, siapa dan melakukan apa. Sehingga ketika mungkin, terjadi luapan sungai di Simomulyo, maka yang harus turun PD apa saja. Misal, dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) siapa, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) siapa, dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) siapa, kemudian rayonnya rumah pompanya dan sebagainya,” papar Linda.

Linda menjelaskan, dalam simulasi penanganan kedaruratan kali ini ada berbagai jenis peralatan yang disiapkan, di antaranya chainsaw (gergaji mesin), generator pompa air, hingga kendaraan skywalker dari DPKP.

Linda berharap, dengan adanya simulasi ini petugas bisa lebih siap siaga dan gerak cepat ketika terjadi bencana atau kejadian kedaruratan di saat cuaca ekstrem.

“Kenapa kami melakukan ini? (simulasi penanganan kedaruratan) Karena, Desember tahun lalu terjadi seperti ini (cuaca ekstrem). Artinya biar tahu apa yang dilakukan ketika ada kedaruratan,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

2 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

3 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

3 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

4 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

12 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

15 hours ago

This website uses cookies.