Categories: Surabaya

Surabaya Resmi Jadi Kota Wakaf, Wali Kota Eri Ajak Pejabat Gerakkan Ekonomi Umat

METROTODAY, SURABAYA – Kota Surabaya secara resmi telah ditetapkan sebagai Kota Wakaf oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bersama Kepala Kantor Kemenag Surabaya Muhammad Muslim yang diwakili oleh Kepala Sub Tata Usaha Kemenag Surabaya Muhammad Arifin, serta Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof. Dr. Jeje Abdul Rozak, memberikan wawasan mendalam mengenai potensi wakaf.

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan kepada seluruh jajarannya bahwa wakaf bukan sekadar ibadah, melainkan juga instrumen kuat untuk mengentaskan kemiskinan dan menggerakkan perekonomian.

“Kalau wakaf itu dikumpulkan semua, contoh ternyata di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan ada anak muda yang belum bekerja itu bisa kita gerakkan, kumpulkan, dilatih untuk menggerakkan ekonomi. Dengan begitu, camat dan lurah bisa menggerakkan ekonomi dengan mengajak kerja Gen Z dan Milenial,” kata Eri, Selasa (23/9).

Eri menambahkan, setelah para pemuda milenial dan Gen Z diberi pembekalan serta pelatihan, Pemerintah Kota (Pemkot) dapat memberikan modal usaha menggunakan dana wakaf tersebut.

Oleh karena itu, dengan ditetapkannya Surabaya sebagai Kota Wakaf, ia memberikan contoh kepada Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten, dan seluruh jajaran Kepala PD, Camat, serta Lurah untuk turut berwakaf.

“Maka wakaf ini lah yang bisa digunakan untuk permodalan. Sehingga nanti ada uang yang masuk dan itu diputar lagi. Maka saya berharap wakaf ini bisa menggerakkan ekonomi,” tuturnya.

Di sisi lain, Guru Besar UINSA Surabaya Prof. Dr. Jeje Abdul Rozak menjelaskan bahwa wakaf, meskipun bukan ibadah wajib melainkan sunah bagi umat Muslim, memiliki potensi besar.

Ia menguraikan bahwa wakaf tidak hanya terbatas pada masjid, pesantren, atau madrasah, tetapi juga bisa berupa uang. Jika wakaf berupa uang, maka dapat menjadi modal abadi untuk perekonomian umat serta digunakan untuk membangun peradaban.

Prof. Jeje menyarankan agar Pemkot Surabaya memilih tim yang amanah dan jujur dalam mengelola wakaf.

“Oleh karena itu, seleksi orangnya, saya betul-betul mohon kepada teman-teman yang akan mengurusi titipan amanah dari teman-teman pegawai Pemkot Surabaya,” tegas Prof. Jeje. Ia juga mengingat dana wakaf nantinya akan menjadi modal abadi ekonomi umat.

Sementara itu, Kepala Sub Tata Usaha Kemenag Surabaya Muhammad Arifin menambahkan bahwa penetapan Surabaya sebagai Kota Wakaf telah dilakukan pada 22 Agustus 2025 lalu oleh Bimas Islam Kemenag RI. Arifin menyebutkan bahwa Surabaya merupakan satu-satunya kota di Jawa Timur yang baru mendapatkan predikat tersebut.

“Oleh karena itu, tentu ini semangat untuk kita dan peluang besar bagi kita semua dan tetap tujuannya adalah menyejahterakan dan menjayakan masyarakat terutama di Kota Surabaya,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

6 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

6 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

6 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

8 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.