Categories: Surabaya

Menu MBG di SMAN 15 Surabaya Ditemukan Basi, Dewan Pendidikan Mengaku Tak Dilibatkan

METROTODAY, SURABAYA – Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan untuk siswa SMAN 15 Surabaya ditemukan basi dan mengeluarkan bau tidak sedap saat hendak disantap, Kamis (18/9).

Kepala SMAN 15 Surabaya, Johanes Mardjiono, menjelaskan bahwa program MBG telah berjalan lancar selama delapan hari sebelumnya dan mendapatkan respons positif dari siswa.

“Terus hari yang 9 ini, ada anak itu buka itu sudah bau gitu,” ujarnya. Ia mengindikasikan bahwa masalah baru muncul pada hari kesembilan pelaksanaan program.

Dari total 1.286 paket menu, sekitar 30 persen di antaranya, khususnya pada menu sayur kol, terindikasi basi. “Tapi enggak semuanya (basi, Red), sekitar 30 persen yang basi. Dari totalnya 1.286 paket menu tadi,” jelasnya.

Pihak sekolah telah mengumpulkan makanan yang tidak dikonsumsi sebagai bahan evaluasi bagi penyedia program, sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita kan komitmen begitu jalan, sesuai petunjuk SPPG ada makanan ketika anak tidak suka agar tidak dibuang. Harus masuk ke tempat wadahnya. Nanti pihak SPPG itu bisa melihat mana yang tidak disukai. Ini bisa dievaluasi,” tutur Johanes.

Johanes juga telah melaporkan kejadian ini kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surabaya untuk evaluasi lebih lanjut.

“Iya kami langsung koordinasi dengan SPPG selanjutnya ini kita evaluasi, kita sudah komitmen awal itu. Terus kita cari apa sih yang bau itu kan gitu,” ungkapnya.

Ia memastikan tidak ada siswa yang keracunan karena makanan telah ditarik sebelum dikonsumsi. Program MBG di SMAN 15 akan tetap dilanjutkan pada hari berikutnya. “Besok program MBG masih lanjut,” ujarnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Juli Purnomo, menanggapi kejadian ini dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak dilibatkan sejak awal program MBG berjalan. “Dari awal kita tidak dilibatkan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat berhak melakukan monitoring terkait program ini dan menekankan pentingnya pengawasan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) serta pemerintah daerah.

“Sekarang kan sudah ada Badan Gizi Nasional dan masing masing Kab/Kota saya kira sudah ada yang berfungsi sebagai Pengawasan,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

12 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

23 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

23 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

24 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

1 day ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

1 day ago

This website uses cookies.