Categories: Surabaya

Alasan Unesa Tetapkan Desa Genilangit di Kaki Gunung Lawu sebagai Desa Pancasila

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara resmi mencanangkan Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, sebagai Rintisan Desa Pancasila.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan oleh pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

Langkah ini merupakan wujud komitmen Unesa dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di desa yang memiliki keunikan dan potensi besar tersebut.

Wakil Rektor III Unesa, Bambang Sigit Widodo, menyatakan, Desa Genilangit menjadi desa binaan kami secara berkelanjutan.

Desa yang terletak di kawasan perbukitan Gunung Lawu dan perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah ini memiliki masyarakat yang heterogen, terdiri dari penganut agama Buddha, Kristen, dan Islam.

Selain keragaman penduduknya, Genilangit juga memiliki potensi wisata alam seperti Taman Genilangit dan Wisata Highland Wonomulyo, serta menjadi penghasil sayur-sayuran.

Unesa telah menjalankan sejumlah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Genilangit.

“Pembinaan ini berkelanjutan dan didasarkan pada potensi desa,” jelas Bambang, Kamis (19/6).

Sebagai langkah awal, Unesa memberikan pelatihan literasi digital.  “Ke depannya, akan ada konsep pembinaan yang lebih berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Muhammad Turhan Yani, Ketua LPPM Unesa, menjelaskan pentingnya PKM Rintisan Desa Pancasila dalam memperkuat keharmonisan masyarakat, sejalan dengan cita-cita pemerintah.

“Tantangan seringkali datang dari luar melalui informasi di gawai.  Masyarakat perlu literasi digital untuk bijak memanfaatkan ruang digital, menyaring informasi, dan memanfaatkannya untuk branding potensi desa,” ujar guru besar Unesa tersebut.

Jauhar Wahyuni, Ketua PKM, menambahkan pentingnya pelatihan literasi digital sebagai bekal merawat kemajemukan dan kerukunan.

“Kami berharap Genilangit bisa menjadi contoh penerapan toleransi antarumat beragama bagi desa-desa lain,” harapnya.

Kepala Desa Genilangit, Pardi, menyambut baik program kolaborasi ini.  Ia melihat desa sebagai kekuatan pembangunan nasional yang membutuhkan percepatan, terobosan, dan inovasi.

“Program pengabdian ini adalah awal kolaborasi desa dan kampus.  Kami butuh percepatan program membangun Indonesia dari desa, dan inovasi dari kampus sangat diperlukan,” ujar Pardi.

Kerja sama dengan Unesa diharapkan dapat mempercepat pengembangan Desa Genilangit. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jalan di Tenggilis Mejoyo hingga Perak akan Ditinggikan, Pemkot Surabaya Target Kurangi Genangan

Pemkot Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat…

1 hour ago

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

2 hours ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

3 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

3 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

4 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

5 hours ago

This website uses cookies.