Categories: Surabaya

Ancaman Nyata Surabaya: Banjir Rob, Penurunan Tanah dan Bahaya Tenggelam, Ini Penyebabnya!

METROTODAY, SURABAYA – Selama empat hari terakhir, banjir rob parah melanda wilayah utara dan timur Surabaya. Menurut Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, Ali Yusa, penyebab utama fenomena ini adalah penurunan muka tanah (subsidensi) yang signifikan di kawasan tersebut.

“Hasil riset tahun 2023 menunjukkan laju penurunan tanah di wilayah pesisir utara dan timur Surabaya mencapai angka mengkhawatirkan, yaitu 0,2 hingga 83,3 milimeter per tahun,” katanya di Surabaya, Rabu (4/6).

Ali Yusa memperingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, maka pada tahun 2033, penurunan tanah diperkirakan mencapai 0,2 hingga 8 meter dengan titik terparah di perbatasan Tandes dan Asemrowo.

“Penurunan tanah ini membuat permukaan tanah lebih rendah dari permukaan laut, meningkatkan kerentanan terhadap banjir rob,” katanya.

Ali Yusa menjelaskan bahwa akar masalah subsidensi adalah ekstraksi air tanah yang berlebihan dan beban pembangunan infrastruktur yang masif.

Di Surabaya Timur, penurunan tanah terparah bahkan mencapai 0,28 meter per tahun di kawasan Rungkut.

Kondisi ini secara drastis memperburuk sistem drainase kota, yang pada akhirnya meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir rob, terutama saat pasang tinggi dan hujan lebat.

Selain subsidensi, faktor lain yang memperparah kondisi adalah sedimentasi di sepanjang pesisir. Material yang terbawa aliran sungai dan gelombang laut mengendap di muara dan saluran air, mengurangi kapasitas aliran dan menyebabkan air meluap.

“Kondisi ini diperparah oleh sistem drainase yang tidak optimal di beberapa daerah,” imbuhnya.

Untuk mengatasi krisis ini, Ali Yusa menekankan perlunya pendekatan terpadu. Pengendalian ekstraksi air tanah, perbaikan sistem drainase, dan pengelolaan sedimentasi menjadi kunci utama.

Pemantauan penurunan muka tanah secara real-time dengan teknologi seperti GPS dan InSAR juga sangat penting. Tak kalah vital, restorasi ekosistem pesisir, seperti penanaman mangrove, harus segera dilakukan.

Ali Yusa juga menyoroti masalah pelik terkait peran pengembang perumahan yang kerap mengabaikan sistem drainase, serta BUMN yang beroperasi di kawasan pesisir namun hanya fokus pada alur pelayaran tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.

Pengalihan kewenangan pengelolaan kawasan pesisir ke provinsi berdasarkan UU No. 23 Tahun 2016 juga dinilai memperparah sedimentasi.

Harapan kini tertumpu pada Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang banjir yang sedang disusun oleh DPRD Surabaya. Ali Yusa berharap Raperda ini dapat menjadi solusi, memberikan dasar hukum yang kuat bagi pemerintah untuk menindak tegas pengembang dan usaha yang tidak memperhatikan kondisi ekologi dan morfologi kawasan.

Sebab tanpa langkah-langkah drastis, ancaman tenggelamnya sebagian wilayah Surabaya akibat banjir rob yang semakin sering bisa menjadi kenyataan. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

2 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.