METROTODAY, SIDOARJO – Semangat dari para pejalar untuk ikut menjaga bumi ditunjukkan siswa-siswi SMA Negeri 2 Sidoarjo. Mereka turun langsung membersihkan sampah di kawasan RT 26 RW 7 Perumahan Sidokare Asri, Desa Sepande. Aksi nyata itu menjadi bukti predikat yang disandang: Sekolah Adiwiyata Nasional.
Seusai kegiatan, tim Adiwiyata SMAN 2 Sidoarjo mengadakan sosialisasi Sungai Watch Indonesia (SWI) bagi siswa kelas X dan XII di Ruang Pradhita Wiyata SMA N 2 Sidoarjo. Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan MoU Peduli Sungai antara SMAN 2 Sidoarjo dengan SWI.
”Sekolah Adiwiyata Nasional yang sudah kami capai bukan sekedar meraih sertifikat penghargaan namun lebih dari itu. Kami ingin mewujudkan sikap dan perilaku warga sekolah ikut bertanggung jawab untuk peduli pada lingkungan bersih dan hijau,” kata Kepala SMAN 2 Sidoarjo Dr. Ristiwi Peni, M.Pd saat memberi sambutan pada Sosialisasi Sungai Watch Indonesia (12/2/2026).
Ristiwi Peni mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama merawat bumi melalui kegiatan Adiwiyata, termasuk cinta dan peduli kelestarian Sungai.

Area Manager Sidoarjo SWI Mila Nofik ST. mengatakan, sosialisasi yang dilakukan bertujuan agar generasi muda mempunyai pengetahuan tentang pentingnya memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan, terutama di sungai. ”Apalagi SMAN 2 Sidoarjo adalah sekolah yang meraih prestasi Sekolah Adiwiyata Nasional dan sekarang menuju Sekolah Adiwiyata mandiri yang patut kita support agar tercapai misi dan visi sekolah,” paparnya.
Target kegiatan sosialisasi Sungai Watch Indonesia yang berpusat di Bali itu adalah menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian siswa di Indonesia terhadap lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah masing-masing. ”Mengingat generasi muda adalah penerima estafet masa depan bangsa dan negara yang wajib kita bekali ilmu yang bermanfaat,” imbuh Mila.
Dia berharap, siswa akan semakin sadar untuk cinta dan peduli menjaga sungai bebas dari sampah.

Pada acara sosialisasi SWI, dipaparkan slide potret sampah yang menumpuk di beberapa sungai di Sidoarjo. Sebagai bentuk keprihatinan pada kondisi tersebut, dan SWI bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat dan warga membersihkan sungai dengan jaring sampah (trash barrier).
Sosialisasi juga diisi dengan kuis masalah sungai dengan aplikasi Kahoot. Siswa-siswa merespons dengan antusias. Siswa yang menjawab benar paling banyak mendapatkan Tumbler Eksklusive dari SWI. (red/MT)


