4 February 2026, 6:20 AM WIB

Tumbangkan Petahana, Mahasiswa UMSIDA Menang Dramatis Jadi Ketua RT Termuda di Trompoasri Jabon Sidoarjo

METROTODAY, SIDOARJO – Regenerasi kepemimpinan di tingkat desa tidak harus menunggu usia senja. Hal ini dibuktikan di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Andhika Fery Kurniawan, 23, mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), resmi dilantik sebagai Ketua RT di desa setempat pada Senin (6/1/2026) lalu.

Pelantikan ini menjadi puncak dari drama pemilihan yang berlangsung sengit pada 21 November 2025 lalu. Dalam kontestasi demokrasi tingkat rukun tetangga tersebut, Andhika berhasil unggul sangat tipis dengan perolehan 38 suara, hanya terpaut satu angka dari rivalnya yang juga petahana dengan 37 suara.

Kemenangan selisih satu suara ini memiliki makna mendalam bagi warga RT 08. Pasalnya, kontestasi ini disebut-sebut sebagai pertarungan antara “energi baru” melawan “kekuatan lama.”

Di tengah isu pragmatisme dan kabar santer mengenai adanya upaya memengaruhi pemilih melalui pembagian logistik (sembako) oleh pihak lawan, hasil akhir membuktikan bahwa mayoritas warga Trompoasri memiliki integritas tinggi.

Untitled-1
RESMI MENJABAT: Suasana pelantikan Ketua RT/RW Desa Trompoasri periode 2026-2031 pada Senin (6/1). Andhika Fery Kurniawan (tiga dari kanan, memegang map) menjadi Ketua RT termuda di antara jajaran pengurus lain. (Foto: Istimewa)

Warga terbukti lebih memilih visi perubahan yang ditawarkan anak muda ketimbang iming-iming materi sesaat.

“Kemenangan ini adalah bukti kedewasaan pemilih. Warga tidak goyah meski dihadapkan pada persaingan yang melibatkan calon incumbent,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester 9 ini pun dinobatkan sebagai Ketua RT termuda di desanya. Latar belakang akademisnya diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antargenerasi dan membawa transparansi administrasi desa.

“Ini amanah yang berat, apalagi menang dengan selisih satu suara. Namun, ini memotivasi saya untuk merangkul semua pihak, baik yang memilih saya maupun yang belum. Fokus saya sekarang adalah transparansi dan digitalisasi pelayanan warga,” ujar Andhika usai pelantikan.

Kini, Desa Trompoasri memulai babak baru di bawah kepemimpinan muda yang siap bekerja dengan integritas, menepis segala bentuk politik transaksional demi kemajuan lingkungan. (dhk/MT)

METROTODAY, SIDOARJO – Regenerasi kepemimpinan di tingkat desa tidak harus menunggu usia senja. Hal ini dibuktikan di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Andhika Fery Kurniawan, 23, mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), resmi dilantik sebagai Ketua RT di desa setempat pada Senin (6/1/2026) lalu.

Pelantikan ini menjadi puncak dari drama pemilihan yang berlangsung sengit pada 21 November 2025 lalu. Dalam kontestasi demokrasi tingkat rukun tetangga tersebut, Andhika berhasil unggul sangat tipis dengan perolehan 38 suara, hanya terpaut satu angka dari rivalnya yang juga petahana dengan 37 suara.

Kemenangan selisih satu suara ini memiliki makna mendalam bagi warga RT 08. Pasalnya, kontestasi ini disebut-sebut sebagai pertarungan antara “energi baru” melawan “kekuatan lama.”

Di tengah isu pragmatisme dan kabar santer mengenai adanya upaya memengaruhi pemilih melalui pembagian logistik (sembako) oleh pihak lawan, hasil akhir membuktikan bahwa mayoritas warga Trompoasri memiliki integritas tinggi.

Untitled-1
RESMI MENJABAT: Suasana pelantikan Ketua RT/RW Desa Trompoasri periode 2026-2031 pada Senin (6/1). Andhika Fery Kurniawan (tiga dari kanan, memegang map) menjadi Ketua RT termuda di antara jajaran pengurus lain. (Foto: Istimewa)

Warga terbukti lebih memilih visi perubahan yang ditawarkan anak muda ketimbang iming-iming materi sesaat.

“Kemenangan ini adalah bukti kedewasaan pemilih. Warga tidak goyah meski dihadapkan pada persaingan yang melibatkan calon incumbent,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester 9 ini pun dinobatkan sebagai Ketua RT termuda di desanya. Latar belakang akademisnya diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antargenerasi dan membawa transparansi administrasi desa.

“Ini amanah yang berat, apalagi menang dengan selisih satu suara. Namun, ini memotivasi saya untuk merangkul semua pihak, baik yang memilih saya maupun yang belum. Fokus saya sekarang adalah transparansi dan digitalisasi pelayanan warga,” ujar Andhika usai pelantikan.

Kini, Desa Trompoasri memulai babak baru di bawah kepemimpinan muda yang siap bekerja dengan integritas, menepis segala bentuk politik transaksional demi kemajuan lingkungan. (dhk/MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait