METROTODAY, SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan Rumah Pompa Kedung Peluk sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah Candi dan Tanggulangin, Selasa (27/1).
Pembangunan Rumah Pompa Kedung Peluk menelan anggaran sekitar Rp 7 miliar dan dirancang untuk menyalurkan debit air dari kawasan Candi dan Tanggulangin yang selama ini kerap meluap dan menyebabkan banjir.
Termasuk banjir yang sering terjadi di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.
Bupati Subandi berharap, setelah proyek selesai, tensi banjir di wilayah Candi dan Tanggulangin dapat tertampung dengan baik, lalu dialirkan menuju muara sungai Mbah Gebuk guna mengurangi genangan di kawasan terdampak.
Dalam sidaknya, Bupati Subandi menegaskan bahwa pekerjaan konstruksi di bagian bawah rumah pompa telah dikerjakan dengan baik, sehingga kontraktor akan lebih mudah menyelesaikan sisa pekerjaan dan difokuskan pada bagian atas.
“Bagian bawah sudah bagus, tinggal pembersihan. Sisa pekerjaan di bagian atas relatif lebih mudah. Tinggal pengaturan shift kerja, bisa satu atau dua shift, supaya selesai tepat waktu,” tegasnya.
Jadi Prioritas Bupati Subandi, Pemkab Sidoarjo Gelontorkan Beasiswa untuk 2.007 Mahasiswa
Dalam sidak itu, Bupati Subandi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BM SDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Mahmud, serta unsur Forkopimka Candi.
Mereka meninjau langsung progres pembangunan rumah pompa mulai dari lantai bawah hingga bagian atas.

Saat ini, progres pembangunan rumah pompa telah mencapai sekitar 70 persen, dengan pekerjaan terberat di bagian bawah konstruksi yang telah terselesaikan dengan baik.
Meski demikian, proyek masih tercatat mengalami deviasi sekitar 30 persen dari target awal, sehingga kontraktor diminta mempercepat pekerjaan agar selesai sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.
“Tujuan kita membangun rumah pompa ini adalah untuk mengurai banjir di Candi dan Tanggulangin. Hari ini progresnya sudah bagus,” ujar Subandi.
Ia menegaskan bahwa sisa pekerjaan berada di bagian atas konstruksi dan tidak lagi mengganggu aliran air di bagian bawah. Pemerintah daerah menargetkan proyek rampung paling lambat 14 Februari 2026 atau sebelum masuk bulan Ramadan, agar segera dapat difungsikan.
“Kalau pekerjaan sesuai target, ya harus selesai tepat waktu. Saya minta paling lambat 14 Februari 2026 semuanya sudah selesai,” tandasnya.
Kepala Dinas PU BM SDA Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Mahmud, menambahkan, seiring selesainya pembangunan rumah pompa, pihaknya juga akan melakukan normalisasi sungai Mbah Gebuk agar aliran air menuju muara berjalan lancar.
“Sungai Mbah Gebuk akan kita normalisasi supaya aliran airnya lancar. Besi pembatas yang ada juga akan dilepas,” jelasnya.
Selain itu, jembatan lama di kawasan tersebut juga akan dibongkar dan ditarik rata, menyesuaikan dengan jembatan baru yang telah dibangun.
“Jembatan lama akan dilepas dan ditarik rata agar sejajar dengan jembatan baru, sehingga tidak lagi menghambat aliran air,” pungkasnya.
Dengan langkah terpadu tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap upaya pengendalian banjir di wilayah Candi dan Tanggulangin dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Sehingga memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya saat musim hujan. (MT)

