METROTODAY, SIDOARJO – Wajah baru Alun-Alun Sidoarjo segera menyapa warga Kota Delta. Sempat molor dari target revitalisasi rampung pada akhir Desember 2025, alun-alun dengan ikon utama Monumen Jayandaru itu bakal resmi dibuka pada Selasa (27/1/2026).
Launching alun-alun itu sekaligus menjadi kado ulang tahun Kabupaten Sidoarjo. Pada 31 Januari 2026, Sidoarjo akan memperingati hari jadi yang ke-167.
Dalam sepekan terakhir, persiapan pembukaan kembali Alun-Alun Sidoarjo terus dimatangkan. Pada Kamis (22/1/2026) misalnya, digelar rapat di Ops Room Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo. Rapat di antaranya diikuti Asisten 2 Pemkab Sidoarjo Bahrul Amig, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono, Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Eri Sudewo, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Yudhi Irianto, Kepala Perpustakaan Rudi Setiawan, Kepala Satpol PP Yany Setyawan, dan pejabat terkait lainnya.
Berbagai fasilitas di Alun-Alun Sidoarjo juga dicek. Salah satunya akses internet grafis (free wifi). Sebelas titik wifi siap memanjakan pengunjung berselancar di dunia maya. Posisinya tersebar di sekeliling area ruang terbuka hijau (RTH) di tengah kota tersebut.
”Kami sudah identifikasi dan petakan titik-titik mana yang dibutuhkan masyarakat,” kata Kepala Diskominfo Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo.
Fasilitas calisthenic juga hadir di Alun-Alun Sidoarjo. Alat fitness outdoor tersebut dicoba untuk memastikan bahwa fasilitas tersebut aman dan layak dipakai.
Fasilitas lain yang juga menjadi daya tarik Alun-Alun Sidoarjo adalah amphitheater. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan fasilitas berdesain gelanggang terbuka tersebut sebagai tempat pertunjukan seni dan kebudayaan, konser musik skala kecil, hingga pameran komunitas.
Alun-Alun Sidoarjo setelah revitalisasi dengan biaya anggaran Rp 24,6 miliar itu juga hadir dengan area lansia dan ramah anak, pojok literasi, arena skateboard, jogging track, hingga pusat layanan informasi (tourism information center) dan fasilitas toilet. Pendopo paseban juga bisa menjadi pilihan lokasi aktivitas seni warga. Di kawasan alun-alun Sidoarjo dipasang lebih dari 20 titik CCTV sebagai bagian dari sistem pemantauan fasilitas dan aktivitas kawasan.
Bagaimana dengan area parkir? Pemkab Sidoarjo memastikan sudah ada konsep penataan area parkir. Kepala Dishub Sidoarjo Budi Basuki mengatakan, sisi timur Alun-Alun Sidoarjo, yakni di Jalan A. Yani, menjadi area larangan parkir seluruh kendaraan.
Titik parkir yang disiapkan adalah di sisi selatan, utara, dan barat alun-alun. Parkiran bagian tengah tetap dikelola oleh Takmir Masjid Agung Sidoarjo. Sisi utara dan selatan dipegang langsung oleh rekanan Dishub Sidoarjo. Semua petugas resmi dan berseragam rompi.
Dishub Sidoarjo memasang rambu-rambu area parkir di kawasan Alun-Alun Sidoarjo beserta tarif resminya. Masing-masing Rp 3 ribu untuk kendaraan roda dua (R2) dan Rp 5 ribu untuk roda empat (R4). Dishub Sidoarjo berencana menggunakan alat pembayaran QRIS. Kerja sama sedang dikoordinasikan dengan Bank Jatim.
Budi Basuki mengatakan, Dishub Sidoarjo menugasi petugas-petugas resmi. Baik juru parkir utama maupun juru parkir pembantu. Seluruhnya wajib menggunaan rompi dan atribut resmi. (red/MT)
Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…
Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…
Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…
Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…
Pemain baru Persebaya Surabaya, Jefferson Silva, mengaku terpukau dengan loyalitas Bonek dan Bonita saat Bajul…
This website uses cookies.