Warga Desa Sumorame mendapat minyak goreng setelah melakukan pembayaran PBB dengan sistem jemput bola. (Foto: Umsida)
METROTODAY, SIDOARJO – Upaya Pemkab Sidoarjo untuk meningkatkan kepatuhan warga dalam membayar pajak mendapat dukungan kalangan kampus. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) lewat kegiatan KKN-Mandiri melakukan Polling PBB kepada masyarakat Desa Sumorame, Kecamatan Candi, pada Sabtu (21/6/2025).
Polling PBB merupakan kegiatan pemerintah desa untuk jemput bola menjemput pembayaran pajak bumi dan bangunan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan dalam proses pembayaran pajak. Program tersebut turut mendukung kebijakan pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
”Pada tahun 2024 persentase dari total wajib pajak itu hanya 32% dari seluruh masyarakat. Desa Sumorame menjadi salah satu desa dengan ranking 2 dari bawah dalam hal pembayaran PBB se-kecamatan Candi,” ungkap M. Zainul Arifin selaku Sekretaris Desa Sumorame.
Beberapa strategi sebelumnya telah dilaksanakan Dinas Perpajakan. Salah satunya melalui kegiatan Polling PBB di balai desa. Pemerintah desa menginformasikan kepada warga melalui RT/RW terkait pembayaran PBB dengan datang langsung ke balai desa.
Namun, program itu dinilai kurang efektif karena pelaksanaannya pada jam kerja dan hanya pada hari-hari tertentu. Akibatnya, tidak semua warga dapat hadir.
Nah, tahun 2025, Pemerintah Desa Sumorame berinisiatif melakukan strategi jemput bola dan pemberian minyak goreng secara gratis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembayaran PBB. Itu mengacu pada Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 59 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2025 yang mengatur penyelenggaraan Pooling PBB-P2 dan pemberian doorprize/ souvenir bagi wajib pajak.
Kegiatan di Desa Sumorame itu dimulai sejak akhir Mei dengan pola pelaksanaan bergantian di setiap RW. Kegiatan jemput bola tersebut dijadwalkan setiap hari Sabtu dan Minggu, dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Hal tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tidak sempat datang ke balai desa pada hari kerja.
Pemerintah Desa Sumorame menjalin kerja sama dengan mahasiswa Umsida yang melaksanakan pengabdian KKN Mandiri, yaitu Batari Mulya dari Prodi Ilmu Hukum. Mahasiswa berkontribusi nyata melalui bantuan tenaga, pemikiran, dan partisipasi aktif dalam kegiatan setiap Sabtu dan Minggu. Setiap pekan terdapat 2 RW yang didatangi.
Kegiatan tersebut juga sekaligus untuk mengetahui opini dan tanggapan masyarakat terkait pelaksanaan Polling PBB di desa. Dengan begitu, dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Sistem jemput bola pembayaran pajak dengan pemberian minyak goreng tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Sistem tersebut dirasa sangat memudahkan.
”Kalau seperti ini kan enak, warga tinggal datang ke RW masing-masing, lalu dilayani oleh orang yang dikenal juga. Apalagi dapat minyak, mantap wes,” ujar seorang warga. (*)
Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…
Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…
Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…
Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…
Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…
This website uses cookies.