Categories: Sidoarjo

Skandal Jual Beli Jabatan di Sidoarjo Terbongkar, Ujian Perangkat Desa Jadi Ladang Korupsi, Raup Rp1 Miliar

METROTODAY, SIDOARJO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo membongkar skandal korupsi dalam proses seleksi perangkat desa di Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

Tiga tersangka berhasil diamankan, termasuk dua kepala desa aktif dan seorang mantan kepala desa yang terlibat dalam praktik jual beli jabatan.

Ketiganya adalah MAS (40), Kepala Desa Sudimoro; S (54), Kepala Desa Medalem; dan SY (55), mantan Kepala Desa Banjarsari Buduran.

Dalam konferensi pers pada Senin (23/6), Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menyebut para tersangka telah menyulap seleksi perangkat desa menjadi ajang perburuan keuntungan pribadi.

“Para tersangka menjadikan proses seleksi perangkat desa sebagai ladang korupsi. Ini mencederai integritas pemerintahan desa dan mencoreng semangat reformasi birokrasi,” tegasnya.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa peserta seleksi dimintai tarif antara Rp120 juta hingga Rp170 juta agar dijamin kelulusan. Dana diserahkan baik secara tunai maupun melalui transfer bank.

SY diketahui berperan sebagai aktor intelektual sekaligus penerima utama dana suap, sementara MAS dan S bertugas mengumpulkan uang dari peserta.

Skandal ini terungkap berkat laporan masyarakat yang mencurigai kejanggalan dalam proses seleksi. Tim Tipidkor lalu melakukan penyelidikan intensif, yang berujung pada operasi tangkap tangan (OTT) dramatis.

Pada Selasa dini hari (27/5), dua tersangka, yakni MAS dan S, ditangkap di Jalan Frontage Road, Gedangan, dengan barang bukti uang tunai Rp185 juta yang disembunyikan di bawah jok mobil Daihatsu Xenia.

Sementara itu, tersangka utama SY ditangkap bersama istrinya di lokasi berbeda.

Dalam pengembangan kasus, polisi menyita total uang tunai dan saldo rekening senilai Rp1,099 miliar, dua bendel soal ujian asli, daftar nama peserta, buku tabungan, dan alat komunikasi.

Dari hasil penyidikan, dana suap berasal dari 18 peserta. Keuntungan terbesar diraup SY sebesar Rp720 juta, sedangkan MAS dan S masing-masing mengantongi Rp150 juta.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan b serta Pasal 12B ayat (1) UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun hingga seumur hidup, dan denda maksimal Rp1 miliar.

“Kami ingin memastikan proses rekrutmen aparatur desa berlangsung adil, transparan, dan bersih dari praktik suap,” tegas Kombes Christian.

Penyidik kini mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta menelusuri aliran dana korupsi yang lebih luas. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan informasi tambahan demi mendukung pengungkapan tuntas kasus ini. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jalan di Tenggilis Mejoyo hingga Perak akan Ditinggikan, Pemkot Surabaya Target Kurangi Genangan

Pemkot Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat…

1 hour ago

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

2 hours ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

3 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

3 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

4 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

5 hours ago

This website uses cookies.