Categories: Surabaya Raya

Air dan Udara di Sekitar Kali Tebu Surabaya Terpapar Cemaran Mikroplastik

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 16 ton sampah berhasil diangkat dari aliran Kali Tebu, Surabaya, dalam operasi pembersihan yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu (20/6) hingga Minggu (21/6). Sampah yang dicegah agar tidak mengalir ke Selat Madura itu sebagian besar didominasi kemasan makanan dan minuman plastik, sachet, botol air minum, serta styrofoam.

Kegiatan ini dilakukan oleh tim Mission for Zero Plastic Leakage (MOZAIK) Ecoton bersama sekitar 30 petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dan tim kebersihan Kecamatan Kenjeran. Temuan ini menegaskan tingginya beban sampah plastik yang masih mengalir di sungai perkotaan.

Manager Data dan Informasi Program MOZAIK Ecoton, Alaika Rahmatullah, menjelaskan jenis sampah yang ditemukan merupakan limbah hasil kebiasaan sehari-hari masyarakat.

“Selama dua hari kegiatan pembersihan, kami mengangkat sekitar 16 ton sampah dan sebagian besar berupa kemasan makanan dan minuman berbahan plastik, sachet, botol air minum dalam kemasan, serta styrofoam. Jenis sampah ini terus muncul dan menjadi penyumbang utama timbulan sampah di sungai,” ujar Alaika, Minggu (21/6).

Ia menekankan bahwa solusi jangka panjang tidak hanya bergantung pada pengangkatan, tetapi juga perubahan pola konsumsi.

“Kita perlu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, terutama kemasan sachet, wadah makanan, botol minuman, dan styrofoam. Jika tidak, beban pencemaran di sungai akan terus berulang,” katanya.

Lebih lanjut, Alaika menyatakan bahwa pencemaran di Kali Tebu sudah melampaui apa yang terlihat secara kasat mata.

“Ketika plastik mulai terurai menjadi mikroplastik, dampaknya menjadi lebih luas karena dapat berpindah melalui air maupun udara. Karena itu, pengurangan plastik, penguatan sistem pengelolaan sampah, dan pengawasan kualitas lingkungan perlu dilakukan secara bersamaan,” jelasnya.

Temuan ini sejalan dengan penelitian internasional yang dimuat jurnal One Earth pada Mei 2026, yang menyatakan kemasan makanan dan minuman menjadi jenis sampah plastik paling banyak ditemukan di wilayah pesisir dunia, termasuk Indonesia.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan UIN Sunan Ampel Surabaya menemukan fakta baru bahwa pencemaran plastik sudah menyebar ke udara. Penelitian dilakukan saat studi independen di Ecoton dan melibatkan enam titik pengamatan.

Ketua tim peneliti, Davin Jauhar B, mengungkapkan mikroplastik terdeteksi di seluruh lokasi yang diteliti.

“Kami menemukan mikroplastik pada seluruh lokasi pengamatan. Temuan ini menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran sangat kecil telah menyebar ke lingkungan sekitar sungai dan berpotensi terpapar kepada masyarakat melalui udara yang mereka hirup setiap hari,” kata Davin.

Secara total, tercatat ada 103 partikel mikroplastik yang ditemukan, dengan jumlah terbanyak di Kelurahan Simokerto sebanyak 37 partikel, dan paling sedikit di lokasi Trash Boom sebanyak lima partikel. Jenis yang paling dominan adalah serat (fiber) yang diduga berasal dari pakaian sintetis, limbah rumah tangga, dan degradasi produk plastik.

Selain mikroplastik, pengujian kualitas air juga menunjukkan kadar fosfat melampaui baku mutu air kelas I, II, dan III sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Kadar tertinggi tercatat 8,1 mg/L, sedangkan terendah 4,2 mg/L.

“Kadar fosfat yang tinggi menunjukkan adanya tekanan pencemaran yang cukup serius dari limbah domestik, pertanian, maupun industri. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan alga berlebih dan mengganggu keseimbangan ekosistem,” ujar Davin.

Sebagai catatan, parameter lain seperti klorin bebas tercatat sebesar 0,00 mg/L di semua titik, yang masih berada di bawah ambang batas aman. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Doku Ingin Dampingi Kelahiran Anak Pertama, Studio TV Malah Sewot! L’Equipe Kena Bumerang

enyerang sayap Belgia dan Manchester City, Jeremy Doku, menjadi pusat perdebatan panas di tengah Piala…

2 hours ago

Ambisi Gila Infantino demi Piala Dunia 2026: Tempuh Ribuan Kilometer Tonton Dua Laga Sehari Lintas Benua

Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu…

2 hours ago

Keliling Kota Piala Dunia #5: Kansas-Missouri Pusat Musik Jazz dan Barbeku Terbaik di Amerika

Di antara deretan kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City mungkin bukan nama yang…

3 hours ago

Sidang Tembok Mutiara Regency di PTUN, Ahli Unair Tegaskan Bupati Sidoarjo Berwenang Bongkar Demi Integrasi Jalan

Sidang gugatan pembongkaran tembok pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City di Desa Banjarbendo,…

3 hours ago

Jawara Eropa Datang ke Jakarta! Aston Villa Tantang Indonesia All-Star di SUGBK, Tiket Dibanderol Mulai Rp200 Ribu

Publik sepak bola Indonesia kembali mendapat suguhan laga internasional bergengsi. Klub Liga Inggris, Aston Villa,…

6 hours ago

Aljazair Remontada Yordania Pakai Jalur Udara, Buat Raja Abdullah II Sakit Kepala!

Drama tingkat tinggi tersaji di Levi’s Stadium saat Aljazair sukses memperpanjang napas mereka di Piala…

8 hours ago

This website uses cookies.