METROTODAY, SURABAYA – Meningkatnya insiden di jalur perkeretaapian mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya untuk memperkuat upaya pencegahan.
Langkah konkret dilakukan dengan memberikan edukasi keselamatan langsung kepada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di wilayah Surabaya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman mendalam mengenai risiko dan aturan berlalu lintas di sekitar rel kereta api sejak usia dini.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya keselamatan di lingkungan perkeretaapian, termasuk bahaya bermain di sekitar jalur rel, pentingnya mematuhi rambu-rambu, serta disiplin saat berada di perlintasan sebidang,” ungkap Mahendro, Senin (13/4).

Upaya ini dinilai krusial mengingat data menunjukkan adanya tren peningkatan insiden. Sepanjang Januari hingga April 2025 tercatat 18 kejadian, sementara pada periode yang sama di tahun 2026 angkanya meningkat menjadi 24 kejadian.
“Hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di jalur rel dan perlintasan sebidang masih perlu terus ditingkatkan. Mayoritas insiden terjadi akibat kurangnya disiplin, seperti menerobos palang pintu perlintasan, dan masih adanya aktivitas di area terlarang pada jalur KA,” tegasnya.
Agar materi dapat diterima dengan baik dan menarik minat anak-anak, sosialisasi dikemas secara interaktif. Para siswa diajak menonton video edukasi, mendengarkan paparan materi, sesi tanya jawab, hingga permainan edukatif.
Melalui pendekatan ini, KAI berharap para siswa dapat menjadi agen keselamatan yang turut mengingatkan keluarga dan lingkungan sekitar tentang pentingnya menjaga keamanan di area perkeretaapian.
“KAI Daop 8 Surabaya akan terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan ke berbagai kalangan, termasuk sekolah, komunitas, dan masyarakat umum, sebagai bagian dari upaya menciptakan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh penumpang,” pungkasnya. (ahm)


