Categories: Surabaya Raya

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

METROTODAY, SURABAYA – Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat perlu memperhatikan aspek kesehatan agar perjalanan berjalan lancar dan terhindar dari penyakit.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mengimbau agar mewaspadai berbagai penyakit menular yang dapat menyebar saat musim mudik, seperti campak dan Tuberkulosis (TB).

“Sesuai dengan arahan dari pusat, kami menerbitkan nota dinas untuk kewaspadaan penyakit menular yang perlu diwaspadai seperti campak dan TB. Kepala wilker juga sudah melakukan sosialisasi dan edukasi ke semua lintas sektor terkait gejala, pencegahan dan penanganannya,” tutur Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, Sabtu (21/3).

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular tersebut, pihaknya telah menyiapkan vaksin bagi para pemudik. “Melihat situasi dan kondisi penyakit menular saat ini, beberapa vaksin yang kami rekomendasikan yakni vaksin influenza dan vaksin campak,” ujarnya.

Selain menyediakan vaksin, BBKK Surabaya juga melakukan berbagai langkah strategis untuk menangkal penyakit menular, antara lain dengan memperkuat pengawasan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan.

WhatsApp Image 2026-03-20 at 17.57.48 (1)

“Kami juga melakukan pengawasan langsung oleh petugas di bandara maupun pelabuhan di wilker sebagai upaya penanggulangan penyakit menular. Ikut serta aktif di berbagai posko mudik di bandara dan pelabuhan wilayah kerja BBKK Surabaya seperti bandara Juanda maupun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” jelasnya.

Untuk mendeteksi dini kasus penyakit menular atau kondisi kesehatan yang berpotensi menjadi masalah selama perjalanan mudik, BBKK Surabaya menerapkan sistem pemantauan kesehatan terpadu melalui skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan lintas batas negara.

“Kami menggunakan thermal scanner di pintu kedatangan internasional, observasi visual oleh petugas di titik-titik kedatangan penumpang, serta memantau pengisian deklarasi kesehatan via aplikasi All Indonesia bagi pelaku perjalanan dari luar negeri,” jelasnya.

Sistem surveilans berbasis risiko menurutnya untuk mendeteksi penyakit menular. Selain itu pihaknya juga beroordinasi rujukan cepat ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan kasus suspek. “Dengan sistem ini, deteksi dini dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” imbuhnya.

Rosidi juga menyebutkan bahwa terdapat lonjakan kasus penyakit tertentu yang sering muncul saat musim mudik, di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti flu dan batuk, diare, hipertensi, serta penyakit degeneratif lainnya, yang umumnya disebabkan oleh perubahan cuaca dan kelelahan akibat perjalanan. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

19 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

21 hours ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

21 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Ziarah dengan Paket Lengkap (2)

Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda,…

22 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Jejak Ulama Sepuh, Tokoh Sakti, dan Wali Karismatik (1)

”Kelak, Tambaksumur akan jadi ramai seperti Ampel. Orang akan datang ke sini dulu sebelum ke…

2 days ago

Dukungan Mengalir, Para Kiai NU Doakan Bupati Subandi Kembali Pimpin PKB Sidoarjo

Bupati Subandi mendapat doa istimewa dari pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sidoarjo. Baik jajaran MWC…

2 days ago

This website uses cookies.