Pemantauan hilal di Pelabuhan Branta, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Hadir dalam rukyatul hilal Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar pemantauan rukyatul hilal dalam rangka penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di 28 titik yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur, Kamis (19/3) petang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, turut hadir untuk memantau langsung proses rukyat di Pelabuhan Branta, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.
Proses pengamatan berlangsung mulai pukul 17.40 WIB hingga 17.49 WIB dengan memanfaatkan teleskop sebagai alat bantu utama.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa posisi hilal di Jawa Timur belum memenuhi kriteria imkanur rukyat sebagaimana yang ditetapkan oleh negara anggota MABIMS.
Kakanwil menjelaskan bahwa ketinggian hilal saat pengamatan hanya mencapai 1,425 derajat, masih berada di bawah ambang batas minimal 3 derajat.
Sementara itu, elongasi hilal tercatat sekitar 5,30 derajat, belum mencapai ketentuan minimal 6,4 derajat.
“Dengan kondisi tersebut, hilal di Jawa Timur belum berhasil teramati,” ungkapnya.
Menurutnya, hasil rukyatul hilal dari seluruh titik pemantauan akan disampaikan kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang akan dilaksanakan di Jakarta. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idulfitri.
“Kami mengajak seluruh umat Islam untuk menantikan hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah,” ujar Akhmad Sruji Bahtiar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang wajar dan tidak boleh dijadikan sebagai sumber perpecahan.
“Perbedaan adalah keniscayaan. Justru hal tersebut harus menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh umat Islam untuk tetap menjaga keharmonisan serta saling menghormati dalam menyambut Idulfitri.
“Mari kita sambut Idulfitri dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, serta menjaga suasana yang rukun dan damai,” pungkasnya. (ahm)
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447…
Jelang Lebaran 2026, tidak hanya stasiun yang dipadati pemudik, volume pengiriman barang ke berbagai daerah…
Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya mulai dipadati penumpang yang hendak mudik Lebaran ke kampung halaman.…
Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, ratusan umat Hindu menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh…
Jelang Idul Fitri, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terus dipadati penumpang kapal laut yang hendak mudik…
Cerita-cerita unik dan menggugah keingintahuan masyarakat turut menghiasi eksistensi makam Mbah Ibrahim Al-Jaelani di Bungurasih.…
This website uses cookies.