METROTODAY, SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo menggelar buka puasa bersama di Pendopo Delta Wibawa pada Jumat (13 Maret 22026). Bupati Subandi, seluruh kepala OPD, para undangan, serta sejumlah wartawan pemerintahan dan para influencer media sosial hadir. Keberkahan Ramadan menghadirkan kebersamaan.
Bupati Subandi duduk berdampingan dengan Asisten II Bahrul Amig, Ketua PC NU Sidoarjo KH Zainal Abidin, serta perwakilan dari Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816/Sidoarjo. Kepala-kepala dinas, badan, bagian, sampai camat-camat juga mengikuti buka bersama tersebut. Tokoh-tokoh agama dan masyarakat pun hadir.
KH Zainal Abidin memberikan tausiyah Ramadan. Tausiyah ketua Tanfidziyah PC NU Sidoarjo itu sejalan dengan tema kegiatan, Berkah Ramadan dengan Silaturahmi dan Kepedulian Sosial. Kiai Zainal menjelaskan, Puasa Ramadan bertujuan menjadikan seorang muslim sebagai hamba yang bertaqwa.
”Kita semua melaksanakan ibadah, tidak ada lain, kecuali menjadi manusia yang taqwa. Tidak ada harapan lain, kecuali surga Allah SWT,” ungkapnya.
Bagaimana ciri-ciri orang yang bertaqwa? Kiai Zainal menyebut setidaknya ada tiga ciri. Pertama, loman (dermawan, murah hati). Orang yang punya sifat loman selalu disayang. Baik oleh sesama manusia maupun oleh Allah SWT.
Contohnya, ayam yang mampu bertelur banyak, pasti dirawat dengan baik oleh peternaknya. Pohon mangga yang berbuah lebat tidak akan ditebang oleh pemiliknya. Orang pelit ibaratnya seperti pohon singkong. Karena buahnya berada di dalam tanah, untuk mengambilnya, pohon singkong harus dijebol dulu.
”Orang loman bakal awet. Dimuliakan oleh Allah SWT. Wong medit akeh cobaane,” tutur Kiai Zainal.
Apa ciri kedua orang yang bertaqwa? Dia tidak gampang marah. Dalam kehidupan sudah ada sistem yang berlaku. Kalau ada orang yang suka menjelek-jelekkan, itu hal yang alami. Kelihatannya baik ternyata jelek. Kelihatannya jelek, ternyata memang jelek.
Orang yang baik adalah orang yang tidak membalas meski dijelekkan orang lain. Orang baik tidak punya rasa takut selama tidak menyalahi orang lain. Tidak melanggar hukum. Orang yang taqwa dan pantas masuk surga sudah tidak suka marah-marah.
”Nah, wong apik iku juga perlu ada orang yang jelek, untuk uji coba,” ungkap Kiai Zainal yang disambut senyum dan tawa jamaah yang hadir.

Lalu, ciri orang bertaqwa yang ketiga? Orang yang taqwa itu mudah memaafkan. Wal aafina anin naas (وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ). Kejelekan orang lain tidak perlu dibalas. Tidak perlu dipikirkan dan dibatin. Tidak perlu disimpan sehingga ada rasa sakit hati.
”Biarkan saja, bilang saja, aku gak ngurus,” tambah Kiai Zainal.
Sementara itu, Bupati Subandi menjelaskan, buka bersama Pemkab Sidoarjo itu dikemas sederhana bersama berbagai elemen masyarakat. Baik para pejabat Pemkab Sidoarjo, Forkpimda, insan media, maupun pegiat media sosial.
Menurut Bupati Subandi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak.
Kebersamaan itu penting untuk membangun komunikasi yang baik. Menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat. Peran media dan influencer sangat penting dalam membantu pemerintah daerah menyebarluaskan berbagai program dan kebijakan kepada masyarakat secara luas.
”Kami berrharap sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Bupati Subandi menegaskan, Pemkab Sidoarjo sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk insan pers maupun para conten creator. Agar informasi lebih cepat tersampaikan kepada masyarakat. Transparan serta mudah dipahami.
”Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Sidoarjo. Kehidupan masyarakat Sidoarjo yang rukun dan saling menghormati merupakan kearifan lokal yang harus terus dijaga,” tandas Bupati Subandi. (MT)


