Temukan Mikroplastik Jenis PE dalam Lipstik, Mahasiswa Biologi UINSA Sarankan Gen Z Hati-Hati Pilih Brand Kosmetik
Mahasiswa menunjukkan brand yang ditemukan adanya mikroplastik. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Tim mahasiswa Biologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menemukan mikroplastik jenis Polyethylene (PE) dalam produk lipstik. Temuan ini membuat peneliti menyarankan generasi Z untuk lebih berhati-hati dalam memilih merek lipstik yang digunakan.
Selain pada lipstik, tim mahasiswa peneliti Biologi UINSA juga melakukan penelitian terkait keberadaan mikroplastik pada berbagai biota dan tanaman, meliputi katak, kodok, kelelawar, capung, serta daun padi.
“Penelitian mikroplastik oleh mahasiswa Biologi UINSA ini sebagai upaya early warning system (sistem peringatan dini) paparan mikroplastik di lingkungan sekitar manusia,” ungkap koordinator magang Ecoton, Prigi Arisandi, Jumat (13/3).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama ini penelitian mengenai mikroplastik cenderung hanya dilakukan pada biota yang dikonsumsi oleh manusia.
Penjelasan mengenai temuan mikroplastik di dalam hewan maupun daun padi. (Foto: istimewa)
Sementara itu, penelitian pada katak, kodok, kelelawar, dan capung dilakukan karena biota tersebut hidup di sekitar manusia dan data mengenai paparan mikroplastik pada mereka masih sangat minim.
“Tingginya polusi mikroplastik yang terdapat di udara dan air hujan diketahui meningkatkan risiko paparan mikroplastik pada berbagai biota. Temuan penting lainnya adalah deteksi mikroplastik dalam daun padi,” jelasnya.
Menurutnya temuan tersebut berpotensi menurunkan produktivitas tanaman padi dan menjadi ancaman serius bagi ketersediaan pangan di bumi.
“Kondisi ini pun harus menjadi peringatan keras bagi seluruh manusia untuk segera mengurangi penggunaan plastik sekali pakai guna menekan laju polusi mikroplastik yang semakin meningkat,” pungkasnya. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Tim mahasiswa Biologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menemukan mikroplastik jenis Polyethylene (PE) dalam produk lipstik. Temuan ini membuat peneliti menyarankan generasi Z untuk lebih berhati-hati dalam memilih merek lipstik yang digunakan.
Selain pada lipstik, tim mahasiswa peneliti Biologi UINSA juga melakukan penelitian terkait keberadaan mikroplastik pada berbagai biota dan tanaman, meliputi katak, kodok, kelelawar, capung, serta daun padi.
“Penelitian mikroplastik oleh mahasiswa Biologi UINSA ini sebagai upaya early warning system (sistem peringatan dini) paparan mikroplastik di lingkungan sekitar manusia,” ungkap koordinator magang Ecoton, Prigi Arisandi, Jumat (13/3).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama ini penelitian mengenai mikroplastik cenderung hanya dilakukan pada biota yang dikonsumsi oleh manusia.
Penjelasan mengenai temuan mikroplastik di dalam hewan maupun daun padi. (Foto: istimewa)
Sementara itu, penelitian pada katak, kodok, kelelawar, dan capung dilakukan karena biota tersebut hidup di sekitar manusia dan data mengenai paparan mikroplastik pada mereka masih sangat minim.
“Tingginya polusi mikroplastik yang terdapat di udara dan air hujan diketahui meningkatkan risiko paparan mikroplastik pada berbagai biota. Temuan penting lainnya adalah deteksi mikroplastik dalam daun padi,” jelasnya.
Menurutnya temuan tersebut berpotensi menurunkan produktivitas tanaman padi dan menjadi ancaman serius bagi ketersediaan pangan di bumi.
“Kondisi ini pun harus menjadi peringatan keras bagi seluruh manusia untuk segera mengurangi penggunaan plastik sekali pakai guna menekan laju polusi mikroplastik yang semakin meningkat,” pungkasnya. (ahm)