METROTODAY, SURABAYA – Usai shalat tarawih Selasa (10/3) malam, jemaah telah mulai memenuhi kompleks masjid untuk melakukan berbagai ibadah, dengan sebagian bahkan menginap di lokasi.
Para jemaah terlihat membaca Alquran, berdiam diri (itikaf), berdzikir, hingga beristirahat sembari menunggu waktu ibadah dimulai. Malam ganjil ini dipercaya memiliki keutamaan khusus bagi umat muslim.
Pukul 01.00 WIB, rangkaian aktivitas dibuka oleh KH. Abdul Hamid Abdullah dengan dzikir, muhasabah, dan tausiyah tentang pentingnya memanfaatkan 10 hari akhir Ramadan. Ia juga menjelaskan manfaat shalat tahajud dan shalat tasbih.
Kemudian pukul 01.30 hingga 03.00 WIB dilaksanakan shalat tahajud sebanyak 4 rakaat 2 salam, shalat tasbih 4 rakaat 2 salam, dan ditutup dengan shalat hajat 2 rakaat 1 salam. Saat shalat berlangsung, lampu masjid dipadamkan untuk meningkatkan khusyuk para jemaah.
“Jika melihat jumlah saf, ini masih pada angka 10.000-an lah. Karena kan satu saf di garis tengah itu kan 100. Saya tadi sudah keliling jamaah perempuan maupun jamaah laki-laki sangat padat. Dan masih awal kan, apalagi cuaca sangat mendukung lah,” tutur Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor.

Pihak masjid telah menyiapkan ruang ibadah di lantai 1 dan 2 dengan kapasitas total 40 ribu jemaah. Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan, dilakukan koordinasi dengan pihak berwenang dan penyediaan tenaga pendukung.
“Kita koordinasi dengan teman-teman kepolisian untuk membantu pengamanan. Kemudian kami juga menyiapkan 99 relawan atau volunteer. Tujuannya satu ya membantu jamaah. Kalau nanya di mana toiletnya, di mana tempat wudunya, mereka yang akan menjelaskan. Termasuk juga ikut mengamankan lah. Jadi total hari ini ada sekitar tim hampir 120-an yang bertugas untuk memberikan panduan kenyamanan jamaah,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa jemaah tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari luar kota. Banyak di antaranya merupakan peziarah yang setelah mengunjungi Makam Wali di Ampel, melanjutkan ibadah ke Masjid Al Akbar.

“Trennya adalah orang-orang ziarahnya ke Ampel. Kemudian salat malamnya di sini. Tadi saya lihat di sisi selatan itu ada sekitar lebih dari 10 bus itu. Jadi memang trennya ziarah di Ampel, salat malam di Al-Akbar. Termasuk sahur di sini,” katanya.
Untuk kebutuhan jemaah selama sahur, pihak masjid menyediakan ribuan boks nasi sahur yang dibagikan mulai pukul 01.00 WIB, serta air mineral tak terbatas di 8 titik lemari pendingin. “Karena terbatasnya jumlah nasi sahur, Masjid Al Akbar menyarankan kepada para jamaah untuk membawa bekal sahur sendiri,” terangnya.
Helmy juga mengimbau agar jemaah menyimpan alas kaki dalam tas kecil sebelum memasuki ruang sholat, guna menghindari kerumunan setelah aktivitas berakhir.
Salah satu jemaah Putri, mengaku baru pertama kali mengikuti Qiyamul Lail di Masjid Al Akbar. Ia memilih masjid tersebut karena merupakan masjid terbesar di kota ini. “Baru pertama kali ini. Memilih di sini karena masjid terbesar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak doa yang dipanjatkan pada malam tersebut. “Banyak yang dipanjatkan doanya. Minta ke Allah rejeki, sehat dan lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Fadilah. Ia juga mengaku telah beristirahat terlebih dahulu untuk tetap bugar hingga subuh. (ahm)


