20 February 2026, 5:44 AM WIB

Senyum Lansia hingga Disabilitas Sambut Bansos Rp 3 Miliar di Pendopo Delta Wibawa

spot_img

METROTODAY, SIDOARJO – Senyum merekah di wajah Khofifah Indar Parawansa saat langkahnya memasuki Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Rabu (18/2/2026). Didampingi Bupati Sidoarjo Subandi, Gubernur Jawa Timur itu menyerahkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp 3 miliar kepada warga. Mulai lansia, penyandang disabilitas, hingga pelaku usaha ultra mikro.

Sebagian besar anggaran bantuan itu berasal dari Pemprov Jatim. Nilainya Rp 1,858 miliar. Ada pula kontribusi BUMD sebesar Rp 25 juta serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebesar Rp 1,132 miliar.

”Ini bagian dari bantalan sosial dan ekonomi. Harapannya, Ramadan ini panjenengan semua lebih tenang,” kata Khofifah.

Bansos senilai total Rp 3.016.350.000 tersebut dialokasikan untuk berbagai program perlindungan sosial. Di antaranya, bantuan sosial kepada lansia Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi 533 keluarga. Bantuan sosial penyandang disabilitas 66 jiwa.

Bantuan kewirausahaan inklusif dan produktif (KIP) putri jawara 100 jiwa. KIP bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Sejahtera (PPKS) Jawara 9 jiwa. Bantuan permakanan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia 10 jiwa.

Bantuan bagi pilar sosial (SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana) 77 jiwa, zakat produktif 50 penerima, serta dukungan bagi 5 BUMDesa, 2 Desa Berdaya, dan 3 Desa Jatim Puspa. Gubernur menjelaskan bahwa seluruh penyaluran bansos di Jawa Timur ditarget rampung sebelum 1 Maret 2026.

”Bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” tambah Khofifah.

WhatsApp Image 2026-02-19 at 14.30.27
Bupati Sidoarjo Subandi bersama lansia penerima bantuan sosial. (Kominfo Sidoarjo)

Di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, hari itu terlihat wajah-wajah semringah. Mereka adalah para penerima bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Khofifah dan Bupati Subandi. Saat Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan, mereka menerimanya dengan tersenyum. Begitu pula saat Bupati Subandi mendekat dan memeluk lansia, mereka terlihat bahagia.

Khofifah menjelaskan, program zakat produktif difokuskan pada usaha ultra mikro agar mampu meningkatkan pendapatan dan keluar dari kemiskinan ekstrem. Sementara PKH Plus dan bantuan sosial lain menyasar kelompok rentan. Di antaranya, lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga.

WhatsApp Image 2026-02-19 at 14.30.26
Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan bantuan sosial untuk penyandang disabilitas berat di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo (18/2/2026). (Foto: Kominfo Sidoarjo)

Bupati Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo sangat mengapresiasi perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membantu masyarakat Sidoarjo. Dia memastikan penyaluran bansos akan dikawal agar tepat sasaran dan tidak terjadi pengurangan alokasi.

”Penyesuaian bantuan sosial tidak ada pengurangan. Seluruhnya di-cover dan dialokasikan sesuai peruntukan,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, bantuan sosial itu menjadi simbol gotong royong antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial. Ditutut ada respons cepat dan tepat penerimanya.

”Kami pastikan distribusinya tepat sasaran dan sesuai data,” tegasnya.

Bupati Subandi menyatakan telah menindaklanjuti perintah Gubernur Khofiffah untuk selalu turun memperhatikan masyarakat. Pada Sabtu, Minggu, dan hari-hari lain Bupati Subandi telah menyaluran bantuan kursi roda dan program bedah rumah.

”Hari ini (Rabu 18 Februari 2026), bansos untuk Sidoarjo turun. Artinya, kita optimistis angka kemiskinan bisa ditekan dan ekonomi masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Bupati berharap sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo terus diperkuat. Di antaranya, sinergi melalui peran pilar sosial, seperti TKSK, Tagana, dan pendamping PKH. Agar seluruh bantuan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (red/MT)

spot_img

METROTODAY, SIDOARJO – Senyum merekah di wajah Khofifah Indar Parawansa saat langkahnya memasuki Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Rabu (18/2/2026). Didampingi Bupati Sidoarjo Subandi, Gubernur Jawa Timur itu menyerahkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp 3 miliar kepada warga. Mulai lansia, penyandang disabilitas, hingga pelaku usaha ultra mikro.

Sebagian besar anggaran bantuan itu berasal dari Pemprov Jatim. Nilainya Rp 1,858 miliar. Ada pula kontribusi BUMD sebesar Rp 25 juta serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebesar Rp 1,132 miliar.

”Ini bagian dari bantalan sosial dan ekonomi. Harapannya, Ramadan ini panjenengan semua lebih tenang,” kata Khofifah.

Bansos senilai total Rp 3.016.350.000 tersebut dialokasikan untuk berbagai program perlindungan sosial. Di antaranya, bantuan sosial kepada lansia Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi 533 keluarga. Bantuan sosial penyandang disabilitas 66 jiwa.

Bantuan kewirausahaan inklusif dan produktif (KIP) putri jawara 100 jiwa. KIP bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Sejahtera (PPKS) Jawara 9 jiwa. Bantuan permakanan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia 10 jiwa.

Bantuan bagi pilar sosial (SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana) 77 jiwa, zakat produktif 50 penerima, serta dukungan bagi 5 BUMDesa, 2 Desa Berdaya, dan 3 Desa Jatim Puspa. Gubernur menjelaskan bahwa seluruh penyaluran bansos di Jawa Timur ditarget rampung sebelum 1 Maret 2026.

”Bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” tambah Khofifah.

WhatsApp Image 2026-02-19 at 14.30.27
Bupati Sidoarjo Subandi bersama lansia penerima bantuan sosial. (Kominfo Sidoarjo)

Di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, hari itu terlihat wajah-wajah semringah. Mereka adalah para penerima bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Khofifah dan Bupati Subandi. Saat Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan, mereka menerimanya dengan tersenyum. Begitu pula saat Bupati Subandi mendekat dan memeluk lansia, mereka terlihat bahagia.

Khofifah menjelaskan, program zakat produktif difokuskan pada usaha ultra mikro agar mampu meningkatkan pendapatan dan keluar dari kemiskinan ekstrem. Sementara PKH Plus dan bantuan sosial lain menyasar kelompok rentan. Di antaranya, lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga.

WhatsApp Image 2026-02-19 at 14.30.26
Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan bantuan sosial untuk penyandang disabilitas berat di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo (18/2/2026). (Foto: Kominfo Sidoarjo)

Bupati Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo sangat mengapresiasi perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membantu masyarakat Sidoarjo. Dia memastikan penyaluran bansos akan dikawal agar tepat sasaran dan tidak terjadi pengurangan alokasi.

”Penyesuaian bantuan sosial tidak ada pengurangan. Seluruhnya di-cover dan dialokasikan sesuai peruntukan,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, bantuan sosial itu menjadi simbol gotong royong antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial. Ditutut ada respons cepat dan tepat penerimanya.

”Kami pastikan distribusinya tepat sasaran dan sesuai data,” tegasnya.

Bupati Subandi menyatakan telah menindaklanjuti perintah Gubernur Khofiffah untuk selalu turun memperhatikan masyarakat. Pada Sabtu, Minggu, dan hari-hari lain Bupati Subandi telah menyaluran bantuan kursi roda dan program bedah rumah.

”Hari ini (Rabu 18 Februari 2026), bansos untuk Sidoarjo turun. Artinya, kita optimistis angka kemiskinan bisa ditekan dan ekonomi masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Bupati berharap sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo terus diperkuat. Di antaranya, sinergi melalui peran pilar sosial, seperti TKSK, Tagana, dan pendamping PKH. Agar seluruh bantuan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (red/MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait