Categories: Surabaya Raya

KPK Sambangi Kemenag Jatim, Bukan Penindakan Korupsi tapi Untuk Ini

METROTODAY, SIDOARJO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Rabu (14/1). Kedatangan tersebut bukan untuk melakukan penangkapan kasus korupsi, melainkan untuk memberikan pendidikan, pencegahan, dan penjelasan terkait penindakan kepada para pejabat di lingkungan instansi tersebut.

Pimpinan KPK, Ibnu Basuki Widodo, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari roadshow pencegahan korupsi yang dilakukan KPK ke berbagai instansi.

“Tidak terkait dengan masalah kuota haji karena itu adalah penindakan. Kami melakukan trisula (pendidikan, pencegahan dan penindakan) pencegahan korupsi. Bukan hanya di Kemenag saja, banyak instansi kementerian hingga perguruan tinggi yang kita datangi,” ungkapnya, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan bahwa Kemenag merupakan mitra KPK, dan pencegahan korupsi tidak bisa menjadi tanggung jawab KPK saja. “Nah, seperti peran serta dari Kakanwil Kemenag Jatim sebagai orang yang mempunyai kewenangan untuk mengajak anak buahnya mengajak berintegritas demikian bawahannya juga menyampaikan,” jelas Ibnu.

Ia juga menegaskan pentingnya penanaman nilai integritas sejak dini, seperti kejujuran dan kesederhanaan, untuk menghindari tindak pidana korupsi.

Pada aspek pencegahan, KPK menekankan pada perbaikan sistem yang tertutup terhadap peluang korupsi, sedangkan penindakan bertujuan memberikan efek jera dengan dukungan masyarakat.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa kedatangan KPK tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan dugaan korupsi kuota haji yang melibatkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. “Bukan karena ada kasus dan saya pikir tidak ada hubungannya dengan itu,” tegas Bahtiar.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan program roadshow KPK untuk seluruh lapisan masyarakat. “Tentunya ini penting untuk menguatkan pemahaman kita agar mempunyai integritas,” ujarnya.

Bahtiar juga menyampaikan bahwa pendidikan dan pencegahan korupsi sangat diperlukan, dengan memberikan nilai-nilai bahwa korupsi merugikan dan berdosa, serta penguatan sistem melalui regulasi dan ketentuan hukum.

Kemenag merupakan mitra strategis KPK dalam upaya pendidikan dan pencegahan korupsi. Pada tahun 2025, telah dilakukan sejumlah kerja sama seperti penyelenggaraan e-learning gratifikasi, safari keagamaan antikorupsi, dan penerbitan buku terkait peran masyarakat dalam pemberantasan korupsi dari perspektif agama. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

5 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

5 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

5 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

7 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.