Saat kekeringan melanda, permukaan air tanah dapat merosot drastis yang semula hanya sedalam 1 meter bisa turun hingga 10 meter. Kondisi ini menyulitkan akses air bersih, menurunkan tingkat higienitas masyarakat, dan memicu munculnya berbagai penyakit.
Di sisi lain, durasi kekeringan yang berkepanjangan juga dipengaruhi pola konsumsi masyarakat yang belum ramah lingkungan. Oleh karena itu, Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan pola hidup hemat dan berkelanjutan.
“Kita harus mulai berbicara terkait dengan green consumption, jangan terlalu over consumption. Kita harus menata kebutuhan sesuai dengan apa yang benar-benar kita butuhkan,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Kebahagiaan wisuda ke-133 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu (22/8), terasa lebih bermakna. Di…
Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan mobil terjadi di area Jembatan Suramadu, Tambak Wedi,…
Pemkot Surabaya menertibkan aktivitas pemilahan dan pengolahan sampah tanpa izin di lahan seluas sekitar 1,4…
Pameran tugas akhir Adiwarna 2026 karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dan International Program in…
Rafi Wibisono meramaikan bursa calon ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo periode…
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) segera menerjunkan tim Satgas Bencana untuk melakukan peninjauan ke lokasi…
This website uses cookies.