Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus saat berada di Gedung ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Rencana perbaikan dan renovasi terhadap 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia kini sedang dalam tahap penyusunan anggaran.
Pemerintah berencana melaksanakannya secara bertahap setiap tahun, dengan prioritas utama pada fasilitas kesehatan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr. Benjamin Paulus Octavianus, SpP(K) FISR, mengatakan usulan perbaikan Puskesmas ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan kepada Presiden Prabowo Subianto, mengingat banyaknya bangunan kesehatan yang sudah berusia tua, rusak, dan tidak lagi layak digunakan.
Langkah ini mengikuti pola yang diterapkan pemerintah dalam pembenahan fasilitas pendidikan, di mana tahun ini saja sudah ada 70.000 sekolah dasar yang direnovasi dari total 300.000 sekolah yang ada di seluruh tanah air.
“Jadi begini kita sudah jelaskan ke Pak Presiden karena ada begitu banyak puskesmas kan sudah ada yang sudah lama, Pusat pembantu (pustu) ada yang sudah lama, sudah rusak. Kan sekarang tahu ya, SD, sekolah yang direnovasi tahun ini ada 70.000 sekolah. 70.000 sekolah yang direnovasi tahun ini dari 300.000. Jadi, Pak Menteri Kesehatan mengusulkan ke Pak Presiden, ‘Pak, kami ada Puskesmas yang boleh enggak direnovasi?’ Maka Pak Presiden langsung merespons, minta jadi kita sedang menyusun anggarannya,” ungkap dr. Benjamin Paulus Octavianus, Minggu (24/5) saat di Surabaya.
Ia menargetkan perbaikan dapat dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal. Pihaknya mengusulkan perbaikan sebanyak 1.000 hingga 2.000 unit Puskesmas setiap tahunnya.
Target ini dianggap cukup besar dan signifikan mengingat jumlah total Puskesmas yang ada di Indonesia mencapai 10.000 unit.
“Kita cek, kalau boleh kan Puskesmas ada 10.000, kalau boleh setahun 1.000 kita pun udah senang. Terutama Puskesmas yang udah sangat rusak, itu dulu yang diperbaiki. Setiap tahun kalau boleh minimal ada 1.000 lah, kalau bisa 2.000 tambah lebih bagus lagi karena total Puskesmas ada 10.000. Jadi kalau 2.000 diperbaiki kan berarti 20 persen banyak sekali itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Benjamin kembali membandingkan dengan program renovasi sekolah yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini sebagai gambaran skala program yang akan dijalankan di sektor kesehatan.
Ia berharap, dengan perencanaan yang matang dan bertahap, seluruh Puskesmas di Indonesia nantinya dapat memiliki fasilitas yang layak dan nyaman untuk melayani masyarakat.
“Nah, kalau sekolah kan tadi ada 300.000 sekolah SD, yang tahun ini diperbaiki itu 70.000. Saya kira itu dulu,” pungkasnya. (ahm)
Sterilisasi gratis bagi kucing lokal disiapkan khusus untuk warga Surabaya dengan kuota terbatas sebanyak 100…
Indonesian Super League 2025/2026 resmi berakhir. Persib Bandung berpesta dengan menjadi juara tiga kali secara…
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mematangkan rencana pembangunan Flyover Gedangan sebagai solusi kemacetan di jalur utama…
Dalam rangka memeriahkan HJKS ke-733, Pemkot Surabaya menggelar tradisi Ruwatan Kota di Halaman Tugu Pahlawan,…
Nama Bojan Hodak kini layak disebut sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah Persib Bandung, bahkan…
Persebaya Surabaya menutup perjalanan mereka di kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan hasil yang sangat…
This website uses cookies.